Page 8 - E-BOOK (REVISI 8)_HKI
P. 8
berdampak buruk bagi kenakeragaman hayati. Adapun bebrapa contoh dari aktivitas
manusia yang berdampak buruk terhadap keanekaragaman hayati sebagai berikut:
1. Perubahan lahan hutan yang menjadi pertanian, pabrik, pertambangan, tempat
pemukiman warga, hal ini terjadi akibat oleh meningkatnya populasi penduduk
dan kebutuhannya. Perubahan lahan hutan ini dapat menyebabkan
keanekaragaman hayati berkurang karena hutan merupakan habitat dari berbagai
organisme, serta dapat merusak vegetasi yang ada di hutan.
2. Perburuan liar seperti penangkapan ikan dengan menggunakan bom dan pukat
harimau, serta perusakan terumbu karang, perburuan hewan yang ada di hutan
dapat membuat keseimbangan ekosistem terganggu dan pada konsumen tingkat
1 akan dapat meningkat, semua aktivitas tersebut dapat merusak dan dapat
membuat kenakeragaman hayati menjadi punah.
3. Industrialisasi ini dapat menyebabkan polusi atau pencemaran udara yang dapat
berdampak pada keanekaragaman hayati serta dengan adanya pembangunan
pabrik-pabrik yang dapat mengambil lahan yang cukup besar dapat mengurangi
habitat dari flora dan fauna yang ada di daerah tersebut.
4. Pelestarian Keanekaragaman Hayati
Ada beberapa kegiatan pelestarian atau konservasi untuk menjaga
keanekaragaman hayati. Pemerintah juga telah mengeluarkan undang-undang tentang
konservasi atau perlindungan serta pengawetan alam untuk menjaga keanekaragaman
hayati agar jumlahnya tidak semakin menyusut atau berkurang bahkan punah.
1. Perlindungan alam
Perlindungan alam terdiri atas perlindungan alam umum dan perlindungan alam
khusus. Perlindungan alam umum ini memiliki fungsi untuk menjaga alam sebagai
satu kesatuan fauna, flora dan tanah. Perlindungan alam secara umum terbagi
menjadi 3 macam yakni sebagai berikut:
- Perlindungan alam ketat. Dimana keadaan alam dibiarkan tanpa campur tangan
manusia sesuai dengan kehendak alam, tetapi jika diperlukan, biasanya kawasan
seperti ini digunakan sebagai penelitian. Contohnya Ujung Kulon dan Pulau
Panaitan.
- Perlindungan alam terbimbing. Dimana keadaan alam di suatu wilayah dijaga
dan dirawat oleh para ahlu. Contohnya Kebun Raya Bogor.
- Taman nasional. Dimana daerahnya luas, tidak terdapat bangunan tempat
tinggal serta biasanya sebagai tempat rekreasi. Pada taman nasional memiliki
ciri-ciri seperti terdapat kawasan cukup luas bagi pengembangan ekosstem yang
tidak dipengaruhi oleh manusia, didalam kawasan ini juga terdapat berbagai
jenis hewan dan tanaman yang mempunyai nilai ilmiah, dikelola oleh
pemerintah dikarena digunakan untuk ilmu pengetahuan dan dapat dikunjungi
tetapi tidak mengubah karakteristik ekosistem.
2. Perlindungan Margasatwa
Untuk menghindari terjadinya kepunahan pada keanekaragaman hayati kita
harus menjaga keseimbangan antara keanekaragaman hayati dengan ekosistemnya.
4