Page 5 - 2. RANGKUMAN MATERI BAB 7
P. 5
1. Keuangan Publik pada Masa Rasulullah SAW
a) Sumber Penerimaan Publik Situasi berubah setelah
turunnya Surah Al-Anfal
Pendapatan Utama : (8) : 41 (rampasan
1. Ghanimah (Rampasan Perang)
perang). Waktu turunnya
2. Zakat & Ushr (Bea Impor)
3. Fai’(harta Rampasan) & Kharaj (pajak Bumi/tanah) surah ini adalah antara
perang Badr dan
4. Jizyah (pajak untuk kalangan non muslim) pembagian rampasan
perang, pada tahun ke
dua setelah Hijrah.
Sumber-sumber pendapatan primer yang digunakan sebagai penerimaan fiskal
Ayatnya berbunyi :
pemerintahan pada masa Rasulullah SAW, juga terdapat sumber pendapatan “Dan ketahuilah,
sekunder, diantaranya adalah:
sesungguhnya segala
1) Uang tebusan untuk para tawanan perang.
2) Pinjaman untuk pembayaran uang pembebasan kaum Muslimin (setelah yang kamu peroleh
sebagai rampasan
penaklukkan kota Makkah) dari Judhayma atau sebelum
pertempuranHawazin. perang, maka seperlima
untuk Allah, Rasul,
3) Khumusatas rikaz, yaitu harta karun temuan pada periode sebelum kerabat Rasul, anak
Islam.
yatim, orang miskin dan
4) Amwal fadhla, berasal dari harta benda kaum muslim yang meninggal ibnu sabil, (demikian)
tanpa waris, atau berasaldaribarang-barang seorang kaum muslim yang
jika kamu beriman
meninggalkan negerinya.
5) Wakaf, harta benda yang didedikasikan kepada umat Islam yang kepada Allah dan
disebabkan karena Allah SWT dan pendapatannya akan didepositokan kepada apa yang Kami
dibaitulmaal. turunkan kepada
hamba Kami
6) Nawaib yaitu pajak yang jumlahnya cukup besar yang dibebankan pada (Muhammad) dihari
kaum Muslim yang kaya dalam rangka menutupipengeluaran negara
selama masa darurat dan inipernah terjadipada masa perang Tabuk. Furqan, yaitu pada hari
7) Zakat fitrah, zakat yang ditarik dibulan suciRamadhan, bertemunya dua
dandibagisebelum salat Ied. pasukan. Allah Maha
8) Bentuk lain sedekah sepertikurban dan kafarat, denda yang harus kuasa atas segala
ditunaikan atau dilaksanakan karena melanggar larangan Allah SWT sesuatu.”
atau janji.
b) Lembaga Keuangan Negara:
1. Tidak hanya membawa risalah kemuliaan akhlak .
2. Memberikan konsep dalam mengelolaan kekayaan negara.
3. Kepala negara pertama yang memperkenalkan konsep baru di bidang keuangan, yang
mana semua hasil
4. pengumpulan negara dikumpulkan terlebih dahulu, kemudian dikeluarkan sesuai kebutuhan
negara.
5. Hasil pengumpulan adalalah milik negara dan bukan milik induvidu. Tempat pengumpulan
ini disebut Baitul maal/ bendahara negara.

