Page 335 - 5f871381b4cd9c6426e115cd17c3ac43
P. 335
Daftar Pustaka | 311
Pusat Konservasi Tumbuhan-Kebun Raya Bagi Medik Veteriner. Balai Karantina Hewan
Bogor-LIPI. Kelas I Tanjung Priok, Jakarta.
Suhardjono, Y.R. & Ubaidillah, R. (Eds.). (2012). Sunartadirdja, M.A. & Lehmann, H. (1960). Der
Fauna Karst dan Gua Maros, Sulawesi Selatan. Tropische Karst von Maros und Nord-Bone
Cibinong: Lembaga Ilmu Pengetahuan in SW-Celebes Sulawesi. Zeitschrift fuer
Indonesia, 258pp. Geomorphologie: 49–65.
Suhardjono, Y.R. et al. (2012). Karst dan Gua. In Suprihatno, B., Hamidy, R., & Amin, C. (2012).
Suhardjono, Y.R. & Ubaidillah, R. (Eds.). Analisis Biomassa dan Cadangan Karbon
Fauna Karst dan Gua Maros, Sulawesi Selatan. Tanaman Bambu Belangke (Gigantochloa
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia: pruriens). J. Ilmu Lingkungan. 6(1): 82–92.
13–51. Surono, Sukamto, R., & Samodra, H. (1999). Batuan
Suhardjono, Y.R., Deharveng, L., & Bedos, A. Karbonat Pembentuk Morfologi Kars di
(2012). Biologi, Ekologi, Klasifikasi Collembola Indonesia. Kumpulan Makalah Lokakarya
(Ekorpegas). Vegamedia, Bogor. 329 hal. Kawasan Karst, Jakarta 29–30 September
Suharna, N., Kikuchi, Y., & Fukatsu, T. (2005). Mo- 1999. Direktorat Jendral Geologi dan Sum-
lecular Phylogenetic Analysis of Monascus berdaya Mineral. Tidak dipublikasikan.
Fungi Based on Internal Transcribed Spacer Susatya, A., Arianto, W., & Mat Saleh, K. (2005).
Region. Biotropia. 24: 62–68. Rafflesia bengkuluensis (Rafflesiaceae), a New
Species from South Sumatera, Indonesia.
Suharsono. (2014). Biodiversitas Biota Laut Indonesia.
Puslit Oseanografi-LIPI. Flora Malesiana 6: 139–152.
Sukara, E. (2003). Keanekaragaman Hayati (Emas Sutarna, I.N. (1989). Kondisi Karang Batu di Teluk
Hijau), Alternatif bagi Indonesia Keluar Ambon Bagian Dalam, Pulau Ambon. In
dari Krisis Multidimensi. Pusat Penelitian Praseno, D.P. et al. (Eds.). Teluk Ambon II.
Bioteknologi-LIPI, Cibinong. Biologi, Perikanan, Oseanografi dan Geologi.
BPPSDL-P3O-LIPI. Ambon. Pp 18–22.
Sukarno et al. (2009). Lecanicillium and Verticil-
lium Species from Indonesia and Japan Sutarna, I.N. (1990). Struktur Komunitas Karang
Including Three New Species. Mycoscience. Batu di Perairan Kepulauan Kai Kecil,
50(5): 369–379. Maluku Tenggara. In Praseno, D.P. et al.
(Eds.). Perairan Maluku dan Sekitarnya. Bi-
Sukmantoro, W. et al. (2007). Daftar Burung In- ologi, Lingkungan dan Oseanografi. Balitbang
donesia No. 2. Indonesian Ornithologists’ Sumberdaya Laut, Pusat Penelitian dan
Union. Bogor. Pengembangan Oseanografi-LIPI. Ambon.
Sukojo, B.M. (2003). Pemetaan Ekosistem di Pp 123–134.
Wilayah Gunung Bromo dengan Teknologi Syandri, H. (1996). Aspek Reproduksi Ikan
Penginderaan Jauh. Makara Teknologi. 7(2): Bilih Mystacolecus padangencis Bleeker dan
63–72. Kemungkinan Pembenihannya di Danau
Sulistyo, J. & Nikkuni, S. (2003). Development Singkarak. Disertasi Progam Pascasarjana
of Pure Culture Starter for Kecap, An Fakultas Perikanan Institut Pertanian Bo-
Indonesian Soy Sauce. BioSMART. 5: 5–7. gor. Bogor
Sulistyowati, P., Widyamoko, A.Y.P.B.C., & Tacconi, L. (2003). Fires in Indonesia: Causes, Costs
Rimbawanto, A. (2005). Studi Keragaman and Policy Implications. Occasional Paper
Genetic Empat Populasi Eusideroxylon No. 38, CIFOR, Bogor, Indonesia.
zwageri Menggunakan Penanda RAPD. Tarmudji. (2006). Penyakit Strategis Ruminansia
In Hardiyanto, E.B. (Ed.). Prosiding Besar dan Pelayanan Diagnosisnya di Balai
Seminar Nasional Peningkatan Produktivitas Besar Penelitian Veteriner, Bogor. Prosiding
Hutan: Peran Konservasi Sumberdaya Genetik, Lokakarya Nasional Ketersediaan Iptek dalam
Pemuliaan dan Silvikultur dalam Mendukung Pengendalian Penyakit Strategis pada Ternak
Rehabilitasi Hutan: 383–395. Ruminansia Besar: 88–98.
Sumiarto, B. (2006). Model Penyakit Hewan Tawan, C.S. (2004). Thymelaeaceae: Aetoxylon
Menular. Makalah Apresiasi Analisis Resiko sympetalum (Steenis & Domke) Airy Shaw.
In Soepadmo, E., Saw, L.G., R.C.K. Chung

