Page 45 - E-LKPD BERBASIS POE PADA LARUTAN PENYANGGA
P. 45
C. FENOMENA / APERSEPSI
Gambar 1. Pengangkutan sel darah Gambar 2. Keping darah
Suatu reaksi kimia kadang-kadang hanya dapat berlangsung dalam
kondisi tertentu, seperti reaksi-reaksi kimia dalam tubuh manusia hanya dapat
berlangsung dalam pH tertentu, misalnya: reaksi protein dalam lambung dan
reaksi pengikatan oksigen oleh darah (Gambar 1.) dan reaksi pemecahan
protein. Setiap sistem memilki pH tertentu untuk dapat berfungsi secara
maksimal, misalnya reaksi pengikatan oksigen oleh darah hanya dapat
berlangsung dengan baik jika pH darah berada pada rentang 7,35-7,45. Jika
pH darah mengalami perubahan di luar rentang pH darah normal maka akan
berakibat fatal bagi tubuh manusia yaitu terjadi asidosis dan alkolisis.
Asidosis merupakan kondisi ketika kadar asam di dalam darah sangat
tinggi, sedangkan alkalosis berupa kondisi banyaknya basa atau alkali di
dalam darah. Kelainan ini menyebabkan kesetimbangan asam basa dalam
darah menjadi terganggu sehingga dapat memicu timbulnya penyakit berupa
gagal ginjal, enfisema, pneumonia, dan penyakit lain yang berhubungan
dengan pernafasan dan sistem ekskresi. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu
sistem yang dapat mempertahankan nilai pH dalam darah. Lalu apakah yang
menyebabkan tubuh manusia dapat mengontrol pH darahnya? Derajat
keasaman (pH) darah dapat terkontrol karena adanya larutan penyangga
dalam darah. Sistem penyangga di dalam darah manusia ini terbentuk dari
campuran antara asam karbonat (H2CO3), suatu asam lemah dengan ion
-
bikarbonat (HCO3 ) yang merupakan basa konjugat dari H2CO3. Apa itu
larutan penyangga? Mengapa larutan ini dapat mengontrol pH darah dalam
45