Page 50 - E-MODUL AR BENTUK MOLEKUL
P. 50

Dipol yang terjadi tidak permanen atau dipol sesaat, tetapi dapat menimbulkan
         gaya tarik-menarik antar molekul-molekul nonpolar tadi. Gaya ini disebut gaya

         London  atau  gaya  dispersi  yang  diambil  dari  nama  penemunya  Fritz  London,
         ahli fisika Jerman yang menjelaskan dasar mekanika kuantum pada gaya tarik-
         menarik. Terjadinya gaya London dapat digambarkan sebagai berikut.







                                                                                         Scan QR atau

                                                                                      Klik Link dibawah!








         Simbolik              Makroskopik            Submikroskopik





                                                A. Molekul Cl   yang
                                                                 2
                                                     nonpolar                     http://asblr.com/4RlPm

                                                B.Dipol sesaat terjadi
                                                    antar Cl   yang             AR-Interaksi antar molekul
                                                             2
                                                    berdekatan
                                                C. Susunan molekul-

                                                    molekul Cl   yang
                                                                2
                                                   terjadi karena gaya

           Gambar.12 Gaya London antara molekul nonpolar        London
                 Sumber : Silberberg, Chemistry:





          Gaya       London       sangat       lemah,       tetapi     dapat
          bertahansehingga  antarmolekul  dapat  mengalami

          tarik-menarik.Kekuatan              gaya        London         akan
          bertambah  jikajumlah  elektron  pada  molekul  makin
          banyak.  Akibatnyatitik  didih  senyawa  makin  tinggi.

          Tabel  titik  didih  halogen  dan  gas  mulia  (K)  dapat
          dilihat pada Gambar 13. Dari F  ke I  jumlah elektron
                                                  2
                                                          2
          makin  banyak  makatitik  didih  dari  F    ke  I    makin
                                                                     2
                                                            2
          besar.  Begitu  pula  padagas  mulia  titik  didih  dari  He                 Gambar.13 Hubungan titik didih
          ke Xe makin besar.                                                            dengan gaya London pada
                                                                                         halogen dan gas mulia
                                                                                                                38
                                                                                       Sumber : Silberberg, Chemistry:
   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55