Page 1362 - E-Book Peraturan Jabfung KKP
P. 1362

- - 44 -





                                   (3)  Penilaian  kinerja  Jabatan  Fungsional  APJK  dilakukan
                                         secara  objektif,  terukur,  akuntabel,  partisipatif,  dan

                                         transparan  sesuai  ketentuan  peraturan  perundang-
                                         undangan.



                                                                   Pasal 22
                                   Penilaian  kinerja  sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  21

                                   meliputi:

                                   a.    SKP; dan

                                   b.    perilaku kerja.


                                                                Bagian Kedua
                                                                      SKP



                                                                  Paragraf 1
                                                                    Umum



                                                                   Pasal 23
                                   (1)  APJK wajib menyusun SKP setiap awal tahun.

                                   (2)  SKP  merupakan  target  kinerja  APJK  berdasarkan

                                         penetapan kinerja unit kerja yang bersangkutan.
                                   (3)  SKP  untuk  masing-masing  jenjang  jabatan  diambil  dari

                                         uraian  kegiatan  tugas  jabatan  sebagai  turunan  dari
                                         penetapan kinerja unit kerja.



                                                                   Pasal 24
                                   (1)  Target kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat

                                         (2) terdiri atas kinerja utama berupa target Angka Kredit

                                         dan/atau kinerja tambahan berupa tugas tambahan.
                                   (2)  Target Angka Kredit sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

                                         diuraikan  dalam  bentuk  butir  kegiatan  sebagaimana
                                         tercantum  dalam  Lampiran  I  dan  Lampiran  II  yang

                                         merupakan  bagian  tidak  terpisahkan  dari  Peraturan

                                         Menteri ini.
                                   (3)  Tugas  tambahan  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1)

                                         ditetapkan  oleh  pimpinan  unit  kerja  berdasarkan

                                         penetapan kinerja unit kerja yang bersangkutan.
   1357   1358   1359   1360   1361   1362   1363   1364   1365   1366   1367