Page 39 - Kesuburan Tanah
P. 39
kurangnya aerasi, temperatur 50 – 80 F, pH >5.5, cukup
sediaan nitrat, adanya penambahan C (dari tanaman), dan
kurangnya oksigen. Tanaman dapat membatasi
denitrifikasi dengan mengurangi/menyerap [H2O] tanah
dan 2NO3 .
-
(v) Volatilisasi: Kehilangan berupa gas NH3
NH4 H + NH3. (pH larutan >7)
+
+
Pada tanah masam dan netral: kehilangan urea lebih besar
dibanding pupuk NH4 ,
+
+
Reaksi awal NH4 bersifat asam. Hidrolisis urea
meningkatkan pH sekitar butiran:
+
-
+
CO(NH2)2 (urea) + H + 2H2O 2NH4 + HCO3
Kondisi ini memerlukan H dan menaikkan pH hingga
+
-
mencapai > 7 sehingga mendorong reaksi : NH4 + HCO3
+
NH3 + H2O + CO2
Pada tanah kapuran (calcareous soils), kehilangan Urea
secara potensial tetap tinggi.
+
Pupuk NH4 lebih mudah menguap dibanding dalam
suasana asam, karena bereaksi dengan karbonat,
(vi) Fiksasi N dari udara (oleh mikroba)
Fiksasi N oleh Rhizobium pada legum tahunan dapat
mencapai 100-200 kg/ha/tahun, sedangkan pada legum
semusim (annual) dapat mencapat 50-100 kg/ha/th.
Fiksasi N oleh Azolla anabaena (tumbuhan paku air) dan
ganggang hijau biru (Cyanobacteria) terjadi di persawahan.
Demikian juga bakteri Azospirillum yang hidup bebas atau
yangbersekutu dengan akar serealia atau rerumputan
dapat memfiksasi N. Beberapa bakteri Azotobacter dapat
31