Page 107 - Kewirausahaan - Mashur Razak
P. 107

94                                               Kewirausahaan



            untuk dilakukan dari banyak perilaku potensial yang
            dapat dilakukan. Tingkat usaha berarti seberapa keras
            seseorang bekerja untuk melakukan sebuah perilaku
            yang telah dipilih. Tidak cukup bagi  organisasi hanya
            memotivasi  karyawan untuk melakukan fungsi-fungsi
            perilaku yang dikehendaki, tetapi organisasi  juga harus
            memotivasinya untuk  bekerja  keras pada perilakunya.
            Tingkat kegigihan berarti ketika karyawan menghadapi
            rintangan, jalan buntu, dan menghadapi perlawanan yang
            keras, tetap berusaha untuk mencoba melakukan perilaku
            yang diperoleh dengan sukses.  Kemudian  Davis  (1987)
            menjelaskan bahwa motivasi kerja adalah kehendak untuk
            mengatasi tantangan, kemajuan dan pertumbuhan. Dengan
            demikian motivasi kerja akan sangat menentukan tingkah
            laku dalam bekerja.
                 Pada  intinya  motivasi  merefleksikan  kekuatan  atau
            dorongan  kuat untuk memenuhi  kebutuhan atau  tujuan
            tertentu.  Kebutuhan  atau tujuan ini merupakan aspirasi
            individual  meskipun ditujukan atau atas nama kelompok
            atau organisasi.  Dorongan untuk menyelesaikan pekerjaan
            dengan cepat adalah aspirasi individual namun hal itu
            ditujukan untuk kepentingan organisasi.
                 Kassin (2004) mengelompokkan motivasi menjadi dua
            kategori, yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Mitivasi intrinsik
            adalah pengaruh dari dalam yang menyebabkan seseorang
            bertindak. Dalam kategori ini termasuk kepribadian, emosi,
            kebutuhan, motif, tujuan, dan harapan. Sementara motivasi
            ekstrinsik adalah pengaruh dari luar yang menyebabkan
            seseorang bertindak, termasuk penghargaan dan hukuman.
                 Sebagai dorongan kuat untuk memenuhi kebutuhan,
            motivasi menjanjikan suatu perilaku  yang menghasilkan
            prestasi unggul. Dorongan yang kuat akan  linear dengan
            tingkat  prestasi. Semakin kuat dorongan, maka semakin
   102   103   104   105   106   107   108   109   110   111   112