Page 156 - Kewirausahaan - Mashur Razak
P. 156

Urgensi Adversitas Dalam Wirausaha                         143




                 “A real entrepreneur is somebody who has
                               no safety net underneath them.”


                                                         Henry Kravis









               A. Pengertian Adversitas
                    Persaingan antar wirausahawan saat ini semakin sengit.
               Tak jarang ditemukan, mereka memperebutkan pangsa
               pasar yang sama. Karena itu, wirausahawan dituntut tahan
               banting, pantang menyerah, dan  terus mencari peluang
               baru.
                    Dengan alasan itulah, sebelum berkecimpung ke dunia
               bisnis, seorang wirausahawan seharusnya mengenali
               potensi diri. Apakah mereka termasuk individu yang berani
               mengambil risiko, tahan banting,  kuat dengan tekanan,
               anti stres, atau tidak.
                    Salah satu potensi diri yang wajib dimiliki setiap
               pengusaha adalah sikap ketahanmalangan/adversitas
               (adversity/sikap  tahan  banting).  Menurut penggagas
               advesitas, Paul Stoltz, sikap ketahanmalangan merupakan
               faktor pembentuk sukses orang-orang besar. Berdasarkan
               penelitian Stoltz, ditemukan fakta bahwa orang hebat dan
               sukses adalah mereka yang tahan terhadap penderitaan,
               berani menghadapi tantangan dan risiko dalam perjalaan
               hidupnya.
                    Menurut Stoltz dalam buku Adversity Quotient: Turning
               Obstacles into Opportunities (2000), kehidupan yang dijalani
               manusia dapat dibagi atas tiga  kategori,  yakni:  quitters
               (diam dan tidak  dinamis),  camper (selalu mencoba  tetapi
   151   152   153   154   155   156   157   158   159   160   161