Page 48 - E-Modul Kesetimbangan Kimia
P. 48
Contoh Soal :
2SO2(g) + O2(g) ⇌ 2SO3(g)
Jika volume diperbesar maka akan terjadi pergeseran
kesetimbangan kearah 2SO2 dan O2 karena jumlah
koefisien besar (2+1=3). Sebaliknya, jika volume
diperkecil maka kesetimbangan akan bergeser kea rah
SO3 karena jumlah koefisiennya kecil (2).
▪ Jika tekanan diperbesar maka kesetimbangan akan bergeser
kea rah zat yang jumlah koefisien lebih kecil.
▪ Jika tekanan diperkecil maka kesetimbangan akan bergeser
kearah zat yang jumlah koefisiennya lebih besar.
D.Pengaruh Suhu
si
Perubahan suhu dapat mengakibatkan perubahan jumlah zat dan
tetapan kesetimbangan. Berdasarkan Hukum Van’t Hoff, maka :
“Jika sistem berada dalam kesetimbangan, kenaikan suhu
menyebabkan kesetimbangan bergeser ke arah reaksi endoterm
sedangkan penurunan suhu menyebabkan ke arah eksoterm”
Contoh Soal:
Ditentukan reaksi kesetimbangan :
1. N2(g) + 3H2(g) ⇌ 2NH3(g) ∆H= -92,2 kJ
1
2. H 2O (g) ⇌ H 2(g) + O 2(g) ∆H= +242 kJ
2
Ke arah mana kesetimbangan bergeser jika suhu dinaikkan?
Jawab :
Pada kenaikan suhu, kesetimbangan bergeser ke pihak reaksi
endoterm.
▪ Pada kesetimbangan (1), reaksi bergeser ke kiri
▪ Pada kesetimbangan (2), reaksi bergeser ke kanan.
40