Page 10 - E-MODUL SINEKTIK FISIKA (KLASIK) SALWA RUFAIDA
P. 10
EXPLORE KLASIK
A. GAYA MAGNET
Magnet atau besi berani merupakan suatu materi
yang dapat menarik materi tertentu di sekitarnya
sehingga saling menempel. Adanya kemampuan
dalam menarik benda lain tersebut disebabkan oleh
gaya magnet yaitu salah satu bentuk gaya yang
memiliki kemampuan menarik benda berbahan
khusus akibat adanya kandungan magnet padanya.
Benda berbahan khusus yang dimaksud adalah
benda yang bersifat ferromagnetik.
Bahan ferromagnetik (magnet permanen) memiliki gaya tarik yang
akan tetap ada dan kuat kecuali jika terkena gaya pukul atau panas
yang berukuran besar. Bahan paramagnetik (magnet tidak permanen)
memiliki gaya tarik yang hanya muncul ketika diberi pengaruh dari luar
dan hilang saat pengaruh tersebut dihilangkan. Bahan diamagnetik
merupakan bahan yang sama sekali tidak dapat ditarik oleh magnet.
POJOK KLASIK
Mengapa bahan ferromagnetik dapat berubah menjadi diamagnetik jika
diberikan kalor dalam jumlah besar atau dipukul-pukul dengan keras?
Domain magnet yang membentuk gaya tarik magnet dapat terbentuk apabila banyak
atom yang berinteraksi dengan arah orientasi yang sama. Bayangkan atom yang
banyak tersebut adalah ratusan semut yang menggerogoti sebuah kue. Pada saat
dipanaskan maka semut-semut tersebut akan langsung bergerak cepat berlarian tanpa
arah meninggalkan kue tersebut mencari daerah yang tidak panas dan kue tersebut
terlepas dari gigitan semut tersebut. Sama halnya dengan atom penyusun bahan
ferromagnetik, saat dipanaskan atom didalamnya akan bergetar kencang sehingga
ikatan antar atom yang telah membentuk arah orientasi yang sama terlepas dan
bergerak acak. Sehingga sifat kemagnetan hilang. Begitupula pada saat dipukul-pukul,
diibaratkan dengan potongan kue yang digerogoti semut dipukul-pukulkan pada bahan
keras maka semut akan terlepas dari kue tersebut dan bergerak berlarian secara acak
meninggalkan kue. Apabila bahan ferromagnetik dipukul-pukul dengan keras maka
pukulan tersebut menghasilkan energi berupa getaran yang menyebabkan atom yang
telah membentuk arah orientasi yang sama pada magnet lepas dan atom bergerak
acak sehingga tidak terbentuk lagi sifat kemagnetan.