Page 236 - PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 62 TAHUN 2023 TENTANG PERENCANAAN ANGGARAN, PELAKSANAAN ANGGARAN, SERTA AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN
P. 236

- 222 -


                           personil (sumber daya manusia), barang modal termasuk peralatan
                           dan teknologi, dana, dan/atau kombinasi dari beberapa atau semua
                           jenis  sumber  daya  tersebut  sebagai  masukan  (input)  untuk
                           menghasilkan Keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa. Kegiatan
                           dapat  dilaksanakan  oleh  beberapa  unit  eselon  II  dan/atau  Satker
                           dalam satu eselon I yang sama. Kementerian/Lembaga menentukan
                           koordinator Kegiatan yang bersifat lintas.
                                  Pada       hakikatnya       Kementerian/Lembaga             menjalankan
                           Fungsi/Subfungsi dalam rangka menjalankan tugas kepemerintahan
                           sesuai  dengan  tugas  dan  fungsi  yang  dimiliki.  Dalam  rangka
                           menjalankan  Fungsi/Subfungsi  tersebut,  Kementerian/Lembaga
                           merumuskan Program sesuai tugas dan fungsi Kementerian/Lembaga
                           yang akan dilaksanakan oleh unit-unit eselon I di bawahnya. Selain
                           itu  unit  eselon  I  pada  Kementerian/Lembaga  tertentu  dapat  juga
                           memiliki  satu/lebih  Program  strategis  yang  bersifat  lintas
                           sektor/bidang jika mendapat penugasan dari pemerintah.
                                  Selanjutnya, dalam rangka melaksanakan Program yang telah
                           dirumuskan oleh Menteri/Pimpinan Lembaga unit eselon I menyusun
                           satu atau lebih Kegiatan untuk setiap Program yang dilaksanakannya
                           sesuai dengan tugas dan fungsi yang dimilikinya. Kegiatan yang telah
                           dirumuskan dilaksanakan oleh Satker/unit eselon II sesuai dengan
                           tugas dan fungsinya.

                        b.  Pengajuan Usulan Fungsi/Subfungsi/Program/Kegiatan
                                  Fungsi/Subfungsi          masing-masing         Kementerian/Lembaga
                           ditetapkan  oleh  Kementerian  Keuangan  c.q.  Direktorat  Jenderal
                           Anggaran berdasarkan usulan dari Kementerian/Lembaga. Ketentuan
                           mengenai          penetapan          Fungsi/Subfungsi           masing-masing
                           Kementerian/Lembaga:
                            1)    Disesuaikan      dengan      tugas     dan     fungsi    masing-masing
                                  Kementerian/Lembaga.
                                  Misalnya, di bawah Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan
                                  terdapat  Lembaga  Pengelola  Dana  Pendidikan.  Sesuai  dengan
                                  tugas  dan  fungsinya,  Sekretariat  Jenderal  Kementerian
                                  Keuangan  merupakan  unit  pendukung  yang  menyediakan
                                  pelayanan  umum.  Sementara  itu,  Lembaga  Pengelola  Dana
                                  Pendidikan sesuai dengan tugas dan fungsinya termasuk dalam
                                  unit  yang  menyediakan  layanan  pendidikan.  Secara  umum,
                                  Kementerian  Keuangan  sesuai  dengan  Klasifikasi  Fungsi
                                  termasuk  dalam  fungsi  Pelayanan  Umum.  Oleh  karena  itu,
                                  Sekretariat  Jenderal  Kementerian  Keuangan  sesuai  dengan
                                  Klasifikasi  Fungsi  termasuk  dalam  fungsi  Pelayanan  Umum
                                  (fungsi  sesuai  tugas  dan  fungsi  menurut  dasar  hukum
                                  pendiriannya),  meskipun  di  dalamnya  terdapat  juga  fungsi
                                  pendidikan.
                            2)    Sesuai  dengan  sistem  penganggaran  Belanja  Negara  yang
                                  menggunakan  sistem  Unified  Budget  (Penganggaran  Terpadu),
                                  dimana tidak ada pemisahan antara pengeluaran rutin (belanja
                                  operasional)  dan  pengeluaran  pembangunan  (belanja  non-
                                  operasional),  maka  dalam  suatu  Program,  belanja  operasional
                                  dan       belanja       non-operasional         Kementerian/Lembaga
                                  dikategorikan ke dalam suatu fungsi yang sama.
                                  Sebagai contoh:
                                  Kementerian  Pertanian,  sesuai  dengan  fungsi  utamanya
                                  termasuk  dalam  Fungsi  Ekonomi.  Penuangannya  dalam  RKA-
                                  K/L, belanja operasional maupun non-operasional masuk dalam
   231   232   233   234   235   236   237   238   239   240   241