Page 5 - LAPORAN BULAN JANUARI DEPUTI KARANTINA IKAN
P. 5
OPERASIONAL
KARANTINA IKAN
UPT Barantin yang terdapat pengiriman impor yakni BBKHIT DKI Jakarta,
BBKHIT Sulawesi Selatan, BBKHIT Bali, BKHIT Sumatera Utara, BKHIT
Kepulauan Riau, BKHIT Banten, BKHIT Jawa Barat, BKHIT Jawa Tengah, dan
BKHIT Jawa Timur. Frekuensi Impor tertinggi pada Bulan Januari pada
komoditas Makarel yakni sebanyak 91 kali. Petugas karantina terus
melakukan pemeriksaan ketat guna memastikan ikan yang masuk dan/atau
keluar dari wilayah Indonesia bebas dari hama dan penyakit ikan
karantina (HPIK) serta memenuhi standar kesehatan ikan yang berlaku.
Lalu lintas domestik masuk tercatat 19.036 kali, terutama untuk ikan
hias air tawar. Komoditas ikan hias air tawar menjadi komoditas unggulan
5 (lima) besar domestik masuk pada beberapa UPT Barantin tepatnya pada
daerah Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung,
Seluruh wilayah kalimantan, NTB, NTT, Maluku Utara, Papua, Papua Barat,
Papua Barat Daya, Papua Selatan, dan Papua Tengah.
Data lalu lintas domestik keluar ikan dan produk perikanan tercatat
sebanyak 67.732 kali per Januari 2025. Frekuensi tertinggi berasal BKHIT
Jawa Timur dengan 5 (lima) ungulan komoditas yakni Ikan hias air tawar,
Koi, Cupang, Ikan Mas Koki dan Benih Bandeng. Semakin tingginya lalu
lintas perdagangan ikan dan produk perikanan yang merupakan media
pembawa HPIK dari suatu Area ke Area lain, dan/atau masuk dan keluar
dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, tingginya lalulintas
perdagangan tersebut meningkat pula potensi risiko tersebarnya hama
penyakit ikan karantina (HPIK), Deputi Bidang Karantina Ikan sesuai
tugas pokok dan fungsinya dalam melindungi NKRI dari masuk, keluar dan
tersebarnya HPIK, salah satu upaya melalui pemantauan HPIK.
Laporan Bulan Januari 2