Page 10 - BUKU REFERENSI - KUMAN PENYEBAB PENYAKIT MENGERIKAN
P. 10

memfasilitasi dirinya dalam pembuatan protein menggunakan ribosom inang. Partikel
                       virus dirakit dari molekul biologis yang baru saja disintesis dan menjadi virion yang
                       mampu menular dan ketika virion dilepaskan dari sel maka akan melanjutkan proses
                       infeksi ke inang berikutnya.
                            Virus  menggunakan  berbagai  strategi  untuk  mengontrol  dan  mengendalikan
                       aktivitas  seluler  sel  inang.  Proses  kontrol  oleh  virus  dapat  melalui  perekrutan
                       makromolekul  yang  diatur ke kompartemen sitoplasma ataupun pada kompartemen
                       tertentu (Schmid Thomas Speiseder, a Thomas Dobner, 2014).
                            Perkembangbiakan atau replikasi virus hanya dapat terjadi dalam sel inang yang
                       hidup.  Hal  ini  berarti  bahwa  virus  harus  mampu  menembus  sel  inang  dan
                       memasukkan  materi  genetiknya.  Selanjutnya,  virus  memerintah  sel  inang  untuk
                       membentuk komponen virus baru. Dalam proses replikasi virus terdapat proses-proses
                       yang  dilakukan  untuk  menghasilkan  virion  baru  yang  siap  menginfeksi  inang  baru
                       berikutnya  (Gambar  1.2).  Tahapan  tersebut  dibagi  menjadi  tujuh  proses  dan
                       diuraiakan sebagai berikut:
























                      Gambar 1.2: : Gambaran skematis dari skema umum replikasi virus. Dimodifikasi dari
                     Cann AJ (2004) Principles of Molecular Virology, 4th edn. Amsterdam: Elsevier.
                     Tahapan yang terjadi:
                     1.  Penempelan (adsorpsi) virus pada sel inang yang cocok.
                     2.  Penetrasi (injeks) DNA virus ke dalam sel inang.
                     3.  Awal  pembentukan  DNA  virus  dalam  sel  inang  dan  DNA  sel  inang  yang
                         dihancurkan. Selanjutnya. dibentuk DNA virus.
                     4.  Replikasi atau perbanyakan DNA virus.
                     5.  Sintesis atau pembuatan protein pelindung virus.
                     6.  Perakitan partikel virus baru.
                     7.  Pembebasan partikel virus yang telah masak dari sel inang dengan memecah (lisis)
                         sel inang. Virus-virus baru yang dikeluarkan, kemudian dapat menginfeksi sel-sel
                         lain dan tahapan di atas dapat terulang kembali (Priastomo et al., 2021).
                           Sebagian besar bakteriofage bersifat virulen, yaitu dapat menyebabkan lisis atau
                     pecahnya sel inang. Beberapa bakteriofage bersifat nonvirulen, masuknya DNA virus
                     tidak diikuti dengan pembentukan virus-virus baru. DNA virus tidak menyebabkan sel


                                                            5
   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15