Page 72 - Modul Guru Fasilitator
P. 72
(1) Identifikasi kompetensi dan kemampuan anak, dengan demikian anak akan
tumbuh menjadi percaya diri, tidak malu, lebih berani dan mampu membedakan
tindakan yang tergolong bullying atau perundungan sehingga anak memiliki
perhapanan dan strategi pertahanan diri yang baik ketika perundungan terjadi
pada dirinya
(2) Memberikan dukungan dan stimulus untuk perkembangan kompetensi dan
kemampuan yang dimiliki sehingga fokus anak ada pada diri sendiri tidak pada
teman lain yang dapat menumbuhkan interaksi untuk melakukan bullying. Jadi
ketika setiap anak mampu mendeteksi kemampuan dan potensi dirinya maka
mereka akan cenderung memiliki kesadaran bahwa setiap individu istimewa dan
memiliki kelebihan serta kekurangan maisng-masing yang tidka perlu
dibandingkan, karena bullying atau perundungan ini pun berpotensi terjadi
karena mereka melihat adanya ketimpangan kemampuan yang mereka miliki.
(3) Memberikan edukasi kepada anak terkait potensi anak yang dapat menajdi
korban, pelaku dan saksi dari bullying atau perundungan.
Perbedaan tentu akan signifikan terlihat ketika anak memasuki Tahap V ( Usia 12-18
tahun) dimana kategori ini juga masuk pada nakan kels 6 SD. Pada tahapan ini anak
bisa dikategorikan mulai memasuki masa remaja,seseorang akan mulai mencari
identitas dan jati dirinya sendiri. Karena itu, mereka umumnya akan mencoba berbagai
persona yang berbeda guna mengetahui jati dirinya. Jika berhasil melalui tahapan
pencarian jati diri ini, seseorang akan mampu untuk mempertahankan identitas dirinya.
Di satu sisi, jika, gagal menemukan jati dirinya pada tahap ini, seorang kemungkinan
akan mengalami krisis identitas di kemudian hari. Pada tahap ini guru sebaiknya mulai
mengkondisikan diri sebagai teman curhat mereka, yang tidak lagi hanya menstimulus
dan menggali potensi mereka. Tahapan ini mereka sebaiknya sudha mengetahui
potensi yang dimiliki untuk dapat dikembangkan dijenjang satuan pendidikan
selanjutnya. Pada tahap psikososial ini, guru sebaiknya lebih selektif dalam pemberian
edukasi terkait bullying atau perundungan karen di tahapan ini mereka cenderung rentan
mengalami krisis identitas jika gagal menemukan potensi dan jati diri mereka sehingga
mereka dari kelompok inilah yang berpotensi menjadi korban bullying. Sedangkan
mereka yang telah menemukan jati diri dan kepercayaan diri yang baik juga perlu
mendapatkan perhatian dari guru agar tidak berpotensi menjadi pelaku dan saksi
bullying atau perundungan.
68 | M O D U L A G E N P E R U B A H A N P E R I L A K U M E N G G U N A K A N M E D I A
A N I M A S I S A T U A B A L I