Page 108 - BUKU LaTeX - Irman
P. 108
106 BAB 6. MENGGAMBAR DENGAN TIKZ
very thick, dan ultra thick. Selain dengan ini, dapat ju-
ga menggunakan line width=... Titik-titik diganti dengan
ketebalan garis dan bisa disertai satuan. Jika tanpa satuan,
misal line width=3 maka otomatis dianggap satuannya ada-
lah pt.
2. Pembuatan garis putus-putus. Tampilan garis dapat di-
buat putus-putus yang merupakan gabungan strip (-), titik,
ataupun selang-seling strip dan titik. Kode yang digunakan
berturut-turut adalah dashed, dottted, dan dash dot.
3. Pembuatan garis rangkap. Garis rangkap dibuat dengan
kode double.
4. Pengaturan ujung garis. Ujung garis (awal dan/atau akhir)
dapat diberi anak panah atau yang semacamnya. Kode yang
digunakan adalah ->, <-, -|, |-, ->>, <<-, -|>, <|-,
<->, |-|, |->, <-|, -stealth, -latex, dan beberapa la-
gi yang lain. Untuk poligon tertutup yang penulisan kodenya
menggunakan cycle, pengaturan ujung garis tidak berlaku.
5. Pewarnaan garis. Garis dapat diubah warnanya dengan
menuliskan color=warna atau langsung menyebutkan warna
(ganti warna sesuai dengan nama-nama warna yang diingin-
kan!). Warna dapat juga dibuat lebih cerah atau lebih gelap
dari warna aslinya dengan menyertakan tanda seru (!) dan
diikuti bilangan (menyatakan ”sekian” persen lebih cerah atau
lebih gelap).
6. Pewarnaan isi. Wilayah yang dibatasi kurva dapat diwarnai
dengan kode fill=warna. Ganti warna sesuai warna yang
diinginkan (dapat pula dibuat menjadi lebih cerah atau lebih
gelap).
7. Pemberian pattern (pola). Untuk memberi pattern pada
wilayah yang dibatasi kurva, terlebih dahulu di bagian pre-
amble perlu dituliskan \usetikzlibrary{patterns}. Setelah
itu untuk membuat pattern digunakan kode pattern=jenis
pattern. Ganti jenis pattern dengan salah satu dari bebe-
rapa jenis pattern berikut: dots, grid, horizontal lines,

