Page 2 - WARTA 23 FEBRUARI 2025
P. 2
RENUNGAN
LUKAS 6 : 27
“Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang
membenci kamu”
LEBIH DARI YANG BIASA
Dalam sebuah konflik, biasanya Kedua, kita juga sedang
berujung pada tindakan yang saling mengalahkan sifat buruk musuh
memusuhi, menyakiti, dan melukai. tanpa dia merasa kalah. Alasannya,
Bahkan, tindakan yang paling kebaikan kita akan membuatnya
ekstrem adalah membunuh. Hal ini malu dengan perbuatannya sendiri.
bisa kita katakan sebagai Itu akan menghancurkan kekerasan
“manusiawi”. Pasalnya, kita serta dendam dalam hatinya.
memang sudah terbiasa berpikir
bahwa musuh harus dikalahkan
dengan cara apa pun.
Mengasihi berarti membalas
Namun, Yesus menawarkan cara kejahatan dengan kebaikan. Cara ini
lain dalam menghadapi konflik. akan memutus lingkaran setan akan
Sebuah alternatif agar kita menang hasrat balas dendam. Yesus juga
tanpa ada yang merasa kalah. menegaskan bahwa berbuat baik
Caranya dengan mengasihi musuh. tidak boleh hanya dilakukan kepada
Hukum Taurat mengatakan, “... orang baik. Akan tetapi, kita juga
nyawa ganti nyawa, mata ganti harus melakukannya kepada orang
mata, gigi ganti gigi, tangan ganti yang berbuat jahat kepada kita. Jika
tangan, kaki ganti kaki...”. Kepada telah melakukannya, Allah akan
pendengar-Nya, Yesus berkata, membalasnya dengan kebaikan
“Kasihilah musuhmu!” Dia kepada kita. Dengan begitu, orang-
memerintahkan agar kita berbuat orang akan melihat bahwa kita
baik dan berdoa bagi mereka.
adalah anak-anak Allah. Anak-anak
Allah yang hidup dengan dasar
Ada dua hal penting dalam prinsip kasih dan pengampunan. Amin.
mengasihi musuh. Ketika
melakukannya, kita juga sedang
EKT
mengalahkan ego pribadi. EKT