Page 14 - Kelas_11_SMA_Bahasa_Indonesia_Siswa_Neat
P. 14

Sumber: http://www.google.co.id
                   Gambar 1.2 Solusi


                       Seseorang yang bijak tidak akan memandang masalah sebagai sebuah beban.
                   Akan tetapi, ia akan memandang masalah itu sebagai sebuah kesempatan untuk
                   memperbaiki kualitas kehidupan. Dari situlah kesuksesan itu berawal saat seseorang
                   mampu menghadapi suatu masalah. Jika berpikir seperti itu, seseorang akan menjadikan
                   masalah sebagai sebuah batu pijakan untuk meraih kesuksesan pada masa mendatang.
                   Itulah karakter orang sukses yang harus dimiliki setiap orang.
                       Dalam pelajaran ini, kalian akan diajak menemukan solusi atas masalah
                   kemirausahaan. Kewirausahaan memiliki kata dasar wirausaha. Kata wirausaha berasal
                   dari dua bentuk, yaitu wira dan usaha. Wira adalah bentuk terikat. Sebenarnya masih
                   banyak bentuk terikat yang sering kita dengar dan kita pakai dalam bahasa tulis, di
                   antaranya pasca-, pra-, nara-, dan eka-. Bentuk terikat tersebut, sesuai dengan namanya,
                   akan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Contohnya adalah pascasarjana,
                   prasejarah, narahubung, dan ekaprasetya. Bentuk terikat wira, jika kita lihat dalam
                   Kamus Besar Bahasa Indonesia bermakna 1) pahlawan; laki-laki; 2) bersifat jantan
                   (berani); perwira. Wira dapat diikuti oleh kata usaha dan swasta sehingga menjadi
                   wirausaha dan wiraswasta. Kedua kata ini mempunyai makna yang sama, yaitu orang
                   yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru,
                   menyusun operasi untuk pengadaan baru, memasarkannya, serta mengatur permodelan
                   operasinya. Karena sudah mengandung pengertian orang, kata wiraswasta tidak perlu
                   lagi diberi akhiran –wan. Jadi, bentuk wiraswastawan merupakan bentuk pleonastis
                   atau bentuk berlebihan.

                       Sebagai orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru hingga memahami
                   pemasarannya, wirausaha ini kerap meraih kesuksesan dalam hidup. Kesuksesan ini
                   terlihat pada kehidupan beberapa tokoh yang dijadikan contoh berikut ini. Mereka
                   antara lain adalah Irwan Hidayat, Chairul Tanjung, Elang Gumilang, dan Dian Pelangi.
                   Mereka adalah sosok yang memiliki usaha berbeda—seperti pengusaha jamu, ritel





                                               Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik    3
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19