Page 166 - Portofolio_Fajar Rachman 2024-2026
P. 166
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi nilai-nilai wakaf dan
hibah non-finansial dalam supervisi kepala madrasah sebagai strategi
pemberdayaan guru dan penguatan fungsi sosial lembaga pendidikan
Islam. Latar belakang penelitian berangkat dari permasalahan
keterbatasan dana di madrasah yang sering menjadi hambatan
pelaksanaan program sosial dan pengembangan profesional guru. Dalam
konteks ini, konsep wakaf dan hibah dipahami secara luas, tidak hanya
berupa materi, tetapi juga mencakup sumbangan waktu, tenaga, ilmu, dan
ide sebagai amal jariyah bagi kemaslahatan pendidikan. Supervisi kepala
madrasah yang berlandaskan nilai keikhlasan, ukhuwah, dan
kemaslahatan menjadi instrumen strategis dalam mengelola sumber daya
non-material guru secara efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan
mixed methods dengan model Sequential Explanatory. Tahap pertama
dilakukan secara kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi
partisipatif terhadap kepala madrasah, guru, serta pengurus program
sosial madrasah untuk menggali praktik wakaf dan hibah dalam kegiatan
supervisi. Tahap kedua dilakukan secara kuantitatif melalui penyebaran
kuesioner berbasis skala Likert kepada 20 guru di MTsN 6 Jakarta untuk
mengukur persepsi, tingkat partisipasi, dan efektivitas supervisi berbasis
wakaf dan hibah. Analisis data dilakukan secara deskriptif, tematik, dan
triangulatif guna memperoleh integrasi makna empiris dan spiritual. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki persepsi
positif dan tingkat keterlibatan tinggi terhadap praktik wakaf dan hibah
non-finansial. Nilai rata-rata tanggapan responden berkisar antara 4,00–
4,45 (kategori “Setuju hingga Sangat Setuju”), menandakan penerimaan
kuat terhadap gagasan pengabdian non-material. Kepala madrasah
berperan tidak hanya sebagai pengawas administratif, tetapi juga sebagai
supervisor spiritual yang membina moral, menumbuhkan kolaborasi, dan
memotivasi guru untuk berkontribusi tanpa pamrih. Praktik wakaf waktu,
tenaga, dan ide guru terbukti memperkuat kegiatan sosial, meningkatkan
motivasi kerja, serta membangun karakter religius peserta didik.
Kesimpulannya, supervisi berbasis wakaf dan hibah menjadi model
inovatif dalam manajemen pendidikan Islam yang mampu menjawab
keterbatasan finansial, memperkuat solidaritas sosial, dan menumbuhkan
budaya kerja ikhlas di madrasah. Model ini dapat menjadi dasar
pengembangan kebijakan pemberdayaan guru berbasis nilai spiritual dan
sosial yang berkelanjutan.
Kata Kunci: supervisi pendidikan, wakaf, hibah, madrasah.
viii

