Page 102 - EBOOK PAI E ANGKATAN 2018 2019
P. 102
Penjelasan tanda-tanda hari akhir di atas dapat diklasifikasikan kepada tanda-
tanda yang lebih bersifat intrinsik, yakni yang berhubungan dengan dekadensi moral
(turunnya moralitas manusia); dan tanda-tanda yang bersifat ekstrinsik, yakni tanda-
tanda fisik dan kealaman. Tanda-tanda intrinsik lebih merupakan pemicu awal,
sedangkan tanda-tanda ekstrinsik mengarah kepada semakin dekatnya kiamat dalam
arti dunia sudah tua dan semakin mendekati kehancuran.
Ketika berbagai tanda atau isyarat-isyarat di atas telah semakin tampak, hal itu
berarti hari akhir itu telah semakin dekat dan pasti terjadi. Hari akhir terjadi dimulai
dengan tiupan sangkakala satu kali oleh israfil. Tiupan sangkakala satu kali ini
menandai berakhirnya kehidupan di alam raya. Semua makhluk akan dimatikan dan
alam raya dihancurkan. Maka tidak akan tersisa lagi kehidupan di alam raya ini,
kecuali yang Allah kehendaki saja, di antaranya yakni israfil yang masih memiliki
tugas untuk meniup sangkakala. Gunung-gunung tidak lagi menjadi pasak dan
meletus, langit runtuh, air laut tumpah. Segala yang ada di alam raya tidak lagi
bergerak sesuai hukum alam. Perhatikan kutipan dari Al-Qur’an berikut ini:
ٌ
ۡ
ٌةَذ ِ حا َّ و تَخفَ س ۡ ىُْصنا ًِف َخِفَُ اَرِاَف
َ
ِ
ۡ
ۡ
ً
ًةَذ ِ حا َّ و تَّكَد اَخَّكُذَف ُلاَب ِ جنا و ُ ض ۡ سَلَا ِجَهًُِحو
َ
َ
ۡ
ُ تعِقاىنا ِجعَق َّ و ٍزِٕىي ۡ ىَيَف
َ
َ
َ
َ
ٌ
تَيِها َّ و ٍزِٕىي ۡ ىَي ًهَف ُءٓاًَّسنا ِجَّقَشَْاو
َ
َ ِ
َ
َ
Terjemahnya:
“Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-
gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari itu terjadilah
hari kiamat, dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi
lemah.”(Q.S al-Haqqah [69]: 13-16)
ۤ
ُ
َّ
ِهْيِف َخِفَُ ىث ُ ه للّٰا ءاَش ْ ٍي لَِا ِ ض ْ سَ ْ َ َ َ ِ َ
لَا ًِف ْ ٍيو ِث ٰ ى ٰ ًَّسنا ًِف ْ ٍي َقِعَصَف س ْ ىُْصنا ًِف َخِفَُو
ۗ
َّ
َ
َ
ُ
ٌَ ْ و ُ شظَُّْي واَيِق ْ ىُه اَرِاَف ي ٰشْخُا
ٌ
Terjemahnya:
“Dan tiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali
siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi,
89

