Page 232 - EBOOK PAI E ANGKATAN 2018 2019
P. 232
2. Pengertian dan hukum aqiqah
Setiap seorang.muslim pasti.mendambahkan anak yang shaleh dan
shalehah, berbakti terhadap orang tua, Agama, Bangsa, maupun Negara. Usaha
dalam membentuk anak shaleh dan shalehah, diantaranya dengan diberikan
bekal, Ilmu Pengetahuan yang memadahi. Salah satu tugas yang terpenting bagi
orang tua terhadap anaknya yaitu memberikan nama baik bagi.anaknya yang
lahir.sesai dalam Islam.
Aqiqah dalam bahasa diartikan “bulu”x atau x“rambut”.anak yang baru
lahir. Sedangkan.menurut istilah berarti,: memotong hewan dengan ada
kaitanya terhadap kelahiran anak, sesuai dengan hukum syara’. Sedangkan
menurut pandangan lain bahwa memotong kambingdpada hari
ketujuhekelahiran bayi tersebut. Anak yang baru dilahirkan jika jenis
kelaminnya laki-laki, maka hewan yang akan di sembelih itu dua ekor. Namun
jika anak berjenis kelamin perempuan,s maka hanya seekor kambing saja.
Dengan menyamakan hari pemotonganmhewan aqiqah,,disitu juga diberih
nama serta pencukuran rambur bayi.
Pada gambar di samping adik-adik dapat
memahami bahwa setiap hari ketujuh bayi yang telah
dilahirkan disunnahkan untuk mengaqiqah bayi
tersebut. Hewan yang dapat di aqiqah yakni kambing
atau domba. Untuk bayi putri maka aqiqahnya satu
domba saja jika untuk bayi lelaki
Sumber: https://images.app.goo.gl/KF
aqiqahnya dua ekor domba. Bila Seorang belum sempat di aqiqah oleh orang
tuanya sampai beranjak dewasa dan anak tersebut ingin di aqiqah atas dirinya
sendiri karena sudah mempunyai uang itu di perbolehkan.
Dalam pandangan Islam acara aqiqah yaitu orang tua anak wajib
mengaqiqah anaknya sesuai ajaran Agama Islam. Seorang anak yang taat dalam
beragama dan menghormati orang tuanya serta orang lain merupakan keinginan
219

