Page 279 - EBOOK PAI E ANGKATAN 2018 2019
P. 279

D. Rangkuman



                             Cinta tanah air merupakan sikap seseorang dan menjadi bagian tersendiri untuk
                        bangsa dan Negara. Terdapat  dalam KBBI bahwa sikap cinta taneh  air merupakan

                        sikap  yang  secara  spontan  timbul  dalam  diri  seseorang  untuk  mencintai,  menjaga,

                        merawat,  mendukung,  dan  melindungi  tanah  airnya  dari  segala  intimidasi  dan
                        gangguan.  Nasionalisme  merupakan  istilah  lain  dari  clnta  tanah  air.  Nasionalisme

                        menjadi paham yang dimiliki seseorang untuk setia mempertahankantanah airnya.

                             Menurut  Sayyid  Muhammad  Di  dalam  kitab  "al-Tahliyah  wa  al-Targhb  f  al-
                        Tarbiyah wa al-Tahdzb" menjelaskan bahwa tanah air (al-wathan) merupakan tempat

                        dimana seseorang lahir, dan dibesarkan, memanfaatkan dan mengolah semua sumber
                        daya  yang  ada  dalam  wilayah  tersebut.  Dalam  piagam  mandinah  Rasulullah  saw,

                        memutuskan  bahwa  warga  Negara  adalah  satu  kesatuan,  tolong-menolong  dalam
                        melawan  ancaman  dan  permusuhan  dari  tanah  mereka.  Sikap  mencintai  tanah  air

                        sendiri  adalah  sesuatu  hal  yang  wajar  dimiliki  seseorang,  akan  tetapi  tetap  ada

                        batasan, yaitu tidak bertentangan dengan Islam (dakwah dan ibadah), dalam menjaga
                        kehormatan Negara tidak boleh melanggar hak-hak orang lain.

                             Upaya penerapan cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari yaitu serius untuk
                        menuntut  ilmu,  menjaga  nama  baik  negara  sendiri,  memelihara  kelestarian  alam,

                        membentuk kerukunan dibalik perbedaan agama, bergotong royong dan hidup secara
                        rukun, senantiasa melestarikan budaya.




















                                                               266
   274   275   276   277   278   279   280   281   282   283   284