Page 240 - EBOOK PAI E ANGKATAN2018/2019
P. 240
Kegiatan 4. Memahami Makna Tata Krama, Sopan Santun, dan Rasa Malu
Oleh Ridha Lestari
A. Pendahuluan
Hai adik-adik untuk mengetahui materi kita tentang memahami makna tata
krama, sopan santun dan rasa malu. Santun ialah bertutur lemah lembut dan
berkepribadian halus dan baik. Allah mencintai sifat santun sebagaimana terdapat
melalui hadis berikut, yang artinya: “Dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi Saw, bersabda
kepada Al Asyaj Al „Ashri: sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sikap yang
dicintai oleh Allah yaitu sifat santun dan malu.” (HR. Ibnu Majah). Dengan firman
Allah tersebut, Dia memberikan perintah kepada seluruh umat muslim bahwa
berperilaku santun harus dilaksanakan kepada siapa saja tanpa memandang status,
kerabat atau apapun. Tujuan pokok di utusnya Nabi Muhammad Saw ialah guna
memenuhi kemuliaan karakter.
Dengan demikian, telah diuraikan melalui Al-Qur‟an bahwasanya baginda
Muhammad diutus hanyalah guna menyebarkan kasih sayang bagi semesta seluruh
alam. Melalui struktur ajaran Islam, pendidikan akhlaklah yang paling penting. Peran
akhlak dalam kehidupan sehari-hari sangat penting. Akhlak menjadi penentu
kemajuan peradaban bangsa yang semakin bermartabat jika pejabat dan rakyatnya
menerapkan tata krama dan berakhlak mulia. Sejak dahulu bangsa Indonesia terkenal
dengan tata kramanya. Bangsa tercinta ini dikenal sebagai bangsa yang ramah, santun
dan pandai dalam menjaga rasa malu. Apakah saat ini bangsa Indonesia masih
memiliki sifat-sifat tersebut? Kita harus yakin bahwa bangsa Indonesia masih
memiliki sifat mulia tersebut. Buktinya, masih sangat banyak orang saleh di sekitar
kita.
Hai adik-adik oleh karena itu, pokok pelajaran yang diinginkan ialah semoga
tercapainya suatu pembelajaran secara maksimal serta memiliki tujuan pendidikan
nasional yaitu meningkatkan kemampuan siswa guna menjadi manusia yang memiliki
226

