Page 290 - EBOOK PAI E ANGKATAN2018/2019
P. 290
persatuan antar sesama muslim. Qurban merupakan suatu ibadah yang hukumnya
dikategorikan sunnah muakkad yang berarti sangat dianjurkan untuk dilaksanakan
bagi seorang muslim yang mempunyai kemampuan untuk melaksanakannya.
Seseorang yang melaksanakan qurban haruslah merasa iklas karena Allah bukan
karena hanya ingin disanjung oleh orang lain. Adapun yang menjadi dalil
pelaksanaan qurban ialah terdapat dalam firman Allah swt. QS. Al-Kausar: 1-2.
َۗ
ۗ ْ زَحْواو َكّبزِن ِ َ َ ْ ٰ
ّمصَف . َۗ زَث ْ وَكنا َكىْيَطْعَا ٓاَّوِا
ِ َ
َ
Terjemahnya :
“Sesungguhnya Kami telah memberi kepadanya nikmat yang banyak.Maka
dirikanlah salat karena Tuhanmu,dan berkurbanlah.”
Ayat diatas mengandung makna pembelajaran yang begitu berharga bahwa
setiap muslim yang mendapatkan segala bentuk nikmat. hendaknya merasa bersyukur
kepada Allah swt. Dalam ayat ini Allah memerintahkan seorang hamba untuk
mensyukuri nikmat tersebut dengan cara solat dan berkurban. Informasi yang
membahagiakan ini disampaikan kepada Nabi Muhammad saw. untuk kemudian
disampaikan kepada ummat. Jadi hal yang paling pokok dalam ayat ini ialah seorang
muslim yang mendapatkan nikmat yang besar salah satunya adalah adanya
kecukupan harta, maka ia harus mampu menjadi orang yang gemar bersedakah dan
senantiasa berqurban. Adapun ketentuan qurban, yaitu:
1. Hewan ternak yang halal dagingnya, seperti sapi, kambing, domba dan unta
merupakan tipe hewan yang umunya digunakan dalam pelaksanaan qurban.
Adapun syarat fisik ternak yang tidak boleh disembelih untuk qurban ialah
mengalami kecacatan seperti terlihat begitu kurus, sakit, cacat, pincang dan
lain- lain. Adapun syarat- syarat hewan yang boleh di jadikan hewan qurban
yakni :
a. Umurnya cukup
b. Untuk unta paling tidak telah mencapai usia sekitar empat tahun ataupun
sudah masuk tahun kelima
276

