Page 58 - Kelas X Sejarah Indonesia BS press
P. 58
sebentar sehingga tidak boleh berbuat menentang ajaran agama,
misalnya tidak boleh menyakiti orang lain, tidak boleh rakus, bahkan
melakukan tindak korupsi yang merugikan negara dan orang lain.
Karena itu dalam hidup ini manusia harus bekerja keras dan berbuat
sebaik mungkin, saling menolong. Kita semua mestinya takut
kepada Tuhan Yang Maha Esa bila berbuat dosa karena melanggar
perintah agama, atau menyakiti orang lain.
Nenek moyang kita mengenal kepercayaan kehidupan setelah
mati. Mereka percaya pada kekuatan lain yang maha kuat di luar
dirinya. Mereka selalu menjaga diri agar setelah mati tetap dihormati.
Berikut ini kita akan menelaah sistem kepercayaan manusia
zaman praaksara, yang menjadi nenek moyang kita. Perwujudan
kepercayaannya dituangkan dalam berbagai bentuk diantaranya
karya seni. Satu di antaranya berfungsi sebagai bekal untuk orang
yang meninggal. Tentu kamu masih ingat tentang perhiasan
yang digunakan sebagai bekal kubur. Seiring dengan bekal kubur
ini, pada zaman purba manusia mengenal penguburan mayat.
Pada saat inilah manusia mengenal sistem kepercayaan. Sebelum
meninggal manusia menyiapkan dirinya dengan membuat berbagai
bekal kubur, dan juga tempat penguburan yang menghasilkan karya
seni cukup bagus pada masa sekarang. Untuk itulah kita mengenal
dolmen, sarkofagus, menhir dan lain sebagainya.
Sumber: Direktorat Geograi Sejarah. 2009. Atlas
Prasejarah Indonesia. Jakarta: Kementerian Kebudayaan
dan Pariwisata.
Gambar 1.21 Menhir yang ada di Limapuluh Koto
50 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK