Page 46 - Fundamental Bimbingan dan Konseling: Sejarah, dan Implementasinya di Berbagai Jenjang
P. 46

Asas Keterbukaan








                     Asas keterbukaan, yaitu adalah asas dalam bimbingan

             dan  konseling  yang  menghendaki  agar  konseli  yang

             menjadi  sasaran  pelayanan  atau  kegiatan  bersifat


             terbuka  dan  tidak  berpura-pura,  baik  di  dalam

             memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun

             dalam menerima berbagai informas dan materi dari luar

             yang berguna bagi pengembangan dirinya. Dalam hal ini

             konselor  berkewajiban  mengembangkan  keterbukaan

             konseli.          Keterbukaan                ini       amat           terkait          pada

             terselenggaranya                  asas        kerahasiaan               dan        adanya

             kesukarelaan  pada  diri  konseli  yang  menjadi  sasaran

             pelayanan  atau  kegiatan.  Agar  klien  dapat  terbuka,


             konselor terlebih dahulu harus bersikap terbuka dan tidak
             berpura-pura.





                    Contohnya adalah, ketika ada seorang konseli memiliki

             sifat  pemalu  dan  tertutup,  hal  ini  akan  membuat

             terhambatnya  kegiatan  atau  pelayanan  bimbingan  dan

             konseling yang terjadi, maka, sebagai konselor hendaknya

             kita membantu mengubah konseli agar dapat terbuka dan

             tidak         berpura-pura               saat        menceritakan                masalah


             pribadinya, sehingga konseli dapat bercerita dengan jujur

             dan nyaman untuk menyampaikan masalahnya









                                                             40
   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51