Page 41 - E-Book Kehati Larung Tumpeng
P. 41
3. Keanekaragaman Hayati Indonesia
Indonesia yang terdiri dari 17.058 pulau mempunyai keanekaragaman
tumbuhan yang lebih besar dari pada negara-negara tetangganya. Hal ini karena
keadaan alamnya yang berbeda dari satu pulau ke pulau lainnya, bahkan bisa
terjadi dari satu tempat ke tempat lainnya dalam pulau yang sama.
Indonesia merupakan negara kepulauan beriklim tropis yang terletak di antara
dua benua, yaitu Asia dan Australia serta dua samudra, yaitu Samudra Pasifik dan
Hindia. Indonesia secara astronomis terletak 60 LU sampai 110 LS dan 95 BT
o
sampai 141 BT sehingga Indonesia memiliki iklim tropis. Wilayah Indonesia
o
memiliki curah hujan yang tinggi dan cahaya matahari sepanjang tahun. Keadaan
inilah yang mendukung untuk hidupnya berbagai organisme, sehingga Indonesia
memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Keanekaragaman ekosistem yang
terbentang dari Indonesia bagian timur hingga barat, di laut dan di darat serta pada
setiap pulau telah menyakinkan kita bahwa Indonesia sangat kaya akan
keanekaragaman jenis dan genetik. Hingga saat ini, keanekaragaman jenis telah
tercatat ada 1.500 jenis alga, 80.000 jenis tumbuhan berspora (seperti Kriptogam)
berupa jamur, 595 jenis lumut kerak, 2.197 jenis paku-pakuan serta 30.000–40.000
jenis flora tumbuhan berbiji (15,5% dari total jumlah flora di dunia). Sementara itu,
terdapat 8.157 jenis fauna vertebrata (mamalia, burung, herpetofauna, dan ikan)
dan 1.900 jenis kupu-kupu (10% dari jenis dunia). Selain itu, keunikan geologi
Indonesia menyebabkan tingginya endemisitas flora, fauna, dan mikroba. Indonesia
memiliki endemisitas jenis fauna yang sangat tinggi bahkan untuk beberapa
kelompok seperti burung, mamalia, dan reptil, yang memiliki endemisitas tertinggi
di dunia. Jenis fauna endemik Indonesia berjumlah masing-masing 270 jenis
mamalia, 386 jenis burung, 328 jenis reptil, 204 jenis amphibia, dan 280 jenis ikan.
Tingkat endemisitas flora Indonesia tercatat antara 40–50% dari total jenis flora
pada setiap pulau kecuali pulau Sumatra yang endemisitasnya diperkirakan hanya
23%.
Keanekaragaman ekosistem Indonesia sangat menakjubkan dan diketahui
sekitar 74 tipe vegetasi membentuk formasi satu dengan yang lain sehingga sangat
kompleks. Variasi ekosistem tersebut menunjukkan bahwa setiap ekosistem kaya
akan kekayaan jumlah jenis flora dan fauna. Pendataan ekosistem alami telah
dilakukan dan diuraikan mulai dari ekosistem air laut (laut dalam, laut dangkal,
terumbu karang, dan padang lamun), ekosistem air tawar (danau dan sungai),
ekosistem semiterestrial (mangrove dan riparian), dan ekosistem darat (pantai,
hutan pamah, pegunungan dan ekosistem alpin dan subalpin). Selain ekosistem
alami, dibahas juga mengenai ekosistem buatan mulai dari tegalan, pekarangan,
persawahan, kebun campuran, kolam, dan tambak. Semua ekosistem buatan juga
dihuni oleh ribuan jenis flora, fauna, dan mikroba.
25