Page 14 - E-BOOK SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA
P. 14
3
Gambar 1.1: Fase Utama: Inspirasi Dan Ekspirasi
Pertukaran gas di alveolus terjadi melalui proses difusi yang dipengaruhi
oleh gradien tekanan parsial gas,bahwa oksigen berdifusi dari alveolus yang
memiliki tekanan parsial oksigen tinggi ke dalam darah kapiler yang memiliki
tekanan parsial oksigen lebih rendah. Sebaliknya, karbon dioksida berdifusi dari
darah yang memiliki tekanan parsial CO2 tinggi ke dalam alveolus yang
memiliki tekanan parsial CO2 lebih rendah. Proses ini dipermudah oleh
membran respiratori yang sangat tipis dan luas permukaan alveolus yang besar
(Kumar 2023).
Transportasi gas dalam darah melibatkan mekanisme yang berbeda untuk
oksigen dan karbon dioksida. Berdasarkan penelitian Wilson dan Roberts
(2020), sekitar 97% oksigen diangkut dalam bentuk terikat dengan hemoglobin
membentuk oksihemoglobin, sementara sisanya larut dalam plasma darah.
Karbon dioksida diangkut dalam tiga bentuk: 70% sebagai ion bikarbonat dalam
plasma, 23% terikat dengan hemoglobin, dan 7% larut dalam plasma. Sistem
buffer dalam darah membantu mempertahankan keseimbangan pH selama
proses ini.
Regulasi pernapasan dikendalikan oleh pusat pernapasan di batang otak
yang terdiri dari beberapa kelompok neuron, menjelaskan bahwa kemoreseptor
sentral di medula oblongata dan kemoreseptor perifer di badan karotid dan aorta
memantau kadar CO2, O2, dan pH darah. Informasi ini digunakan untuk
menyesuaikan kecepatan dan kedalaman pernapasan sesuai kebutuhan
metabolik tubuh. Selain itu, faktor-faktor seperti aktivitas fisik, emosi, dan suhu
tubuh juga mempengaruhi pola pernapasan (Martinez,2021).
Sistem pernapasan juga berperan penting dalam pertahanan tubuh
mengungkapkan bahwa saluran pernapasan dilengkapi dengan berbagai
mekanisme pertahanan, termasuk mukus yang menjebak partikel asing, silia
yang menggerakkan mukus ke arah faring, refleks batuk dan bersin, serta sel-sel
SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA KELAS XI