Page 60 - 22538273AL-QURANHADIS_MTs_KELAS_VIII_KSKK_2020_CompressPdf
P. 60

PRAWACANA


                                                   BUAH KEJUJURAN

                           Muslim adalah orang yang jujur, dia menyukai kejujuran dan selalu jujur lahir

                     batinnya  dalam  perkataan  dan  perbuatan.  Karena  kejujuran  akan  membawa
                     kebaikan, dan kebaikan akan membawa ke surga yang merupakan cita-cita tertinggi

                     seorang muslim.
                           Bagi  seorang  muslim,  kejujuran  adalah  penyempurna  keimanan  sekaligus

                     pelengkap keislamannya. Allah memerintah untuk bertaqwa yang pondasinya adalah

                     kejujuran dan amanah. Nabi Saw. bersabda, “Dua orang yang berjual beli memiliki
                     hak untuk memilih, selama mereka belum berpisah. Jika keduanya jujur dan terus

                     terang,  keduanya  akan  diberkahi  dalam  urusan  jual  beli  mereka.  Namun  jika
                     keduanya  dusta  dan  tidak  terus  terang,  akan  dilenyapkan  keberkahan  jual  beli

                     mereka.”
                           Kejujuran  dan  amanah  akan  mengundang  keberkahan  dan  membuka  pintu

                     rezeki yang tidak disangka-sangka tersebab oleh hal-hal berikut:

                        1) Janji Allah dan RasulNya bahwa orang yang menjalankan perintah Allah dan
                           menjauhi  laranganNya,  maka  Allah  memberkahi  usahanya,  memberikannya

                           rezeki  dari  jalan  yang  tidak  ia  sangka,  dan  membukakan  pintu-pintu
                           kemurahan-Nya  yang  tidak  didapatkan  oleh  orang  lain  dengan  usaha,  kerja

                           keras dan kecerdasan mereka.

                        2) Orang  yang  bermuamalah  dengan  jujur  dan  amanah,    mereka  akan  merasa
                           nyaman  dan  senang  bermuamalah  dengannya.  Mereka  merasa  aman  dan

                           tenang,  jiwa  mereka  tunduk  dan  percaya,  sehingga  ia  mendapatkan
                           kepercayaan  dan  kedudukan  yang  merupakan  pondasi  bagi  muamalah  yang

                           baik, bersih dan berkah.

                       Camkan hadis berikut:
                       Abu     Sa‟id  al-Khudri  Ra.  berkata:  “Seorang  A‟rabi  (Arab  pedalaman)  lewat
                       membawa  seekor  kambing,  maka  aku  berkata:  „Apakah  engkau  mau  menjual

                       kambingmu  seharga  tiga  dirham?”  A‟rabi  itu  menjawab:  „Tidak,  demi Allah.‟

                       Kemudian  ia  menjualnya  (dengan  harga  tersebut).  Lalu  aku  ceritakan  hal  itu
                              Rasulullah Saw. beliau bersabda: „Ia telah menjual akhiratnya dengan
                       kepada
                       dunianya‟.” (HR. Ibnu Hibban)








               46   AL-QUR’AN HADIS KELAS IX
   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65