Page 8 - C:\Users\LENOVO\Documents\Flip PDF Professional\ilovepdf_merged\
P. 8

7





               Ada diskusi  dalam kelas tersebut  yang mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan mereka

               berdua yang akan diajukan untuk menjadi calon ketua OSIS.


               Udin  : Lebih baik Riko saja yang kita ajukan untuk menjadi calon ketua OSIS. Dia mempunyai
               banyak teman. Pasti peluang terpilih menjadi ketua OSIS lebih besar daripada Ernia.


                Keke  : Tidak. Aku tidak sepakat. Ernia yang berpeluang lebih besar. Dia itu baik, rajin, dan

               didukung banyak guru.


                       Dari  dialog  Pertandingan  Sepak  Bola  dan  Pemilihan  Calon  Ketua  Osis  tersebut,  kita

               menemukan  empat  kata  yang  mengandung  kata  “peluang”.  Dalam  kedua  dialog  di  atas,  kata

               “peluang”  digunakan  untuk  memperkirkan  suatu  kejadian  akan  terjadi  atau  tidak  terjadi.  Dari
               kedua dialog tersebut, meski apa yang dibicarakan antara Made dengan Boaz, serta Udin dengan

               Keke adalah hal yang sama. Namun mereka punya pendapat berbeda tentang peluang. Made dan
               Boaz saling mendukung, namun nilai peluangnya berbeda. Sedangkan Udin dengan Keke saling

               berlawanan dalam membicarakan peluang terpilihnya Riko dan Ernia untuk menjadi ketua OSIS.
               Tidak ada kesepakatan dalam menentukan nilai peluang dalam dialog di atas. Hal tersebut karena

               mereka tidak mempunyai acuan yang sama dalam menentukan nilai peluang. Nilai peluang yang

               diungkapkan dalam dialog tersebut adalah nilai peluang subjektif (subjective probability). Oleh
               karena itu, tiap orang mungkin sama, mungkin juga beda.

                       Dalam  bahasan  ini,  kalian  akan  mempelajari  tentang  peluang  teoretik  (theoretical
               probability)  suatu  eksperimen.  Peluang  teoretik  dikenal  juga  dengan  istilah  peluang  klasik

               (classical  probability),  dalam  beberapa  bahasan  juga  disebut  peluang  saja.  Jika  terdapat  suatu
               soal yang hanya menyebutkan “peluang”, maka peluang yang dimaksud tersebut adalah peluang

               teoretik.  Peluang  teoretik  adalah  rasio  dari  hasil  yang  dimaksud  dengan  semua  hasil  yang

               mungkin  pada  suatu  eksperimen  tunggal.  Dalam  suatu  eksperimen,  himpunan  semua  hasil
               (outcome)  yang  mungkin  disebut  ruang  sampel  (biasanya  disimbolkan  dengan  S).  Sedangkan

               setiap hasil (outcome) tunggal yang mungkin pada ruang sampel disebut titik sampel. Kejadian

               adalah bagian dari ruang sampel S. Suatu kejadian A dapat terjadi jika memuat titik sampel pada
               ruang sampel S. Misalkan n (A) menyatakan banyak titik sampel kejadian A, dan n(S) adalah

               semua titik sampel pada ruang sampel S. Peluang teoretik kejadian A, yaitu P(A) dirumuskan,


                 KELAS VIII SMP/MTS                                                               PELUANG
   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13