Page 28 - E-MODUL BADAN USAHA (1)_Neat
P. 28
CAKRAWALA EKONOMI
Pembuangan Limbah Pabrik mengakibatkan Bencana?
Sumber: https://www.republika.co.id/berita/og2gku383/bplhd-purwakarta-investigasi-penyebab-keracunan-limbah-
pabrik
Banyaknya perusahaan industri atau pabrik mengakibatkan konsekuensi pada
banyaknya sampah yang dihasilkan dari kegiatan produksi. Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan (AMDAL) harus dilakukan agar limbah yang dihasilkan tidak mencemari
lingkungan, namun untuk mengelola sampah agar tidak mencemari lingkungan
membutuhkan biaya dan dukungan teknologi yang tidak murah. Oleh karena itu masih
banyak perusahaan yang tidak mematuhi peraturan tentang pembungan sampah,
sehingga hal ini menyebabkan pencemaran lingkungan yang mana akan membuat
bencana.
Bencana seperti banjir, kebakaran hutan, tanah longsor dan pencemaran udara
akan terjadi apabila perusahaan tetap menerapkan pembuangan sampah yang tidak
sesuai prosedur. Contohnya, PT Agro Tumbuh Gemilang Abadi (ATGA) dinyatakan
bersalah dan diharuskan membayar ganti rugi akibat kasus kebakaran hutan dan lahan.
Perusahaan ini harus membayar ganti rugi sebesar Rp 590,5 miliar akibat lahan seluas
1.500 hektar terbakar (Kompas.com, 2021). Terdapat juga pencemaran Sungai Citarum
Jawa Barat yang diduga diakibatkan oleh pembuangan limbah cair ke Daerah Aliran
Sungai (DAS). Dilansir dari (Kompas.com, 2021) sebanyak 86 perusahaan membuah
limbah cair ke DAS Citarum dan 32 perusahaan di antaranya langsung membuang
limbah cair ke Sungai Citarum.
Jika semua kegiatan ekonomi melaksanakan peraturan yang berlaku, diiringi sikap
kejujuran dan bertanggung jawab, maka tidak akan ada lagi bencana. Oleh karena itu
tugas kalian sebagai pelajar dan generasi penerus bangsa ini, harus menerapkan
prinsip-prinsip tegas untuk tidak mencemari lingkungan yang ada dengan menerapkan
prinsip 5R yaitu Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (mendaur
ulang), Replace (mengganti) dan Replant (menanam kembali).