Page 159 - Aqidah Akhlaq Kls V
P. 159

bebas  dari  rasa  takut.  Artinya  tanpa  menunggu  diperintah  atau  dilarang  bahkan

                       menunggu orang lain membantunya.
                              Kemandirian merupakan salah satu sikap yang sangat diperlukan untuk meraih

                       keberhasilan, maka setiap yang ingin dirinya sukses dia harus mengembangkan sikap
                       mandiri.

                              Rasulullah  Saw  lebih  menyukai  umatnya  yang  mempunyai  sikap  mandiri

                       sesuai dengan sabdanya yang artinya:”Dari Abi Abdillah (Zubair) bin Awwam ra dari
                       Rasulullah Saw, Beliau bersabda: Sesungguhnya seorang di antar kalian membawa

                       tali-talinya  dan  pergi  ke  bukit  untuk  mencari  kayu  bakar  yang  diletakkan  di
                       punggungnya  untuk  dijual,  sehingga  ia  bisa  menutupi  kebutuhannya  adalah  lebih

                       baik  daripada  meminta-minta  kepada  orang  lain,  baik  mereka  memberi  atau

                       tidak.”(H.R. Bukhori).
                              Harga diri seorang beriman ditandai oleh sifat mandiri dan menjaga diri agar

                       tetap  terhormat  di  sisi  Allah  Swt.  Walaupun  ia  harus  bermandikan  keringat  dan
                       bekerja keras, daripada harus menengadahkan tangannya meminta belas kasih orang

                       lain.  Seorang  muslim akan jauh lebih terhormat  bila ia berusaha  dengan  tangannya
                       sendiri dan menikmati hasil jerih payahnya sendiri.

                              Berusahalah untuk mandiri dan jangan pernah bergantung kepada orang lain,

                       apalagi sampai meminta-minta mengharap uluran tangan orang. Jika orang lain bisa
                       mandiri, tentunya kita bisa lebih mandiri.

                              Sejak kecil nabi Muhammad Saw termasuk anak yang mandiri. Ketika kecil
                       nabi sudah menggembala domba dan membantu pamannya berdagang ke Syam. Nabi

                       Muhammad Saw mulai berdagang pertama kali pada usia dua belas tahun. Kemudian
                       pada usia dua puluh tahun lebih nabi Muhammad Saw berdagang sendiri membawa

                       barang  dagangan  Khadijah.  Nabi  Muhammad  Saw  sangat  giat  dan  pekerja  keras

                       dalam  berdagang. Itulah contoh kemandirian Rasulullah Saw yang dibiasakan sejak
                       dini.

                              Usia tidak  mempengaruhi kemandirian  seseorang, tetapi kemandirian  diukur

                       dari perilakunya. Dengan begitu, mungkin saja terjadi anak yang berusia lebih muda
                       dapat lebih mandiri (untuk ukuran seusianya), sementara yang lebih tua belum tentu

                       memiliki sikap yang sama.
                              Allah Swt telah memberi perintah kepada manusia untuk bersikap mandiri dan

                       berusaha  sekuat  tenaga  untuk  merubah  nasibnya  sendiri  dari  keadaan  yang  kurang


                                                                     AKIDAH AKHLAK MI KELAS V    143
   154   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164