Page 21 - MODUL PENDIDIKAN SEKS
P. 21
BAB II
“PELECEHAN SEKSUAL”
A. Pelecehan Seksual (Pengertian, kasus pelecehan seksual)
Di Indonesia banyak anak-anak tidak mendapatkan
pendidikan seks yang benar dan cukup. Anak-anak justru
mendapat informasi tentang seks dari teman sebaya, internet, dan
majalah. Padahal sumber informasi tersebut belum tentu benar
dan dapat dipertanggung jawabkan
Kusumawati (dalam Sholikhah, 2014). Masalah kejahatan
seksual yang menimpa anak (korban) karena anak tidak memiliki
bekal pengetahuan yang bisa membuat anak mengantisipasi
berbagai kemungkinan perlakuan buruk masalah seks. Tanpa
pengetahuan yang memadai, anak dengan mudah dijadikan
korban oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk
itulah sangat perlu pendidikan seks yang tepat untuk anak-anak
agar mereka mendapat bekal memadai.
Pendidikan seksual bukan hanya mengantisipasi anak menjadi
korban kejahatan seksual tetapi juga mencegah anak menjadi
pelaku dari kejahatan disebabkan adanya kelainan seksual
(Asmoro, 2006).
KasKasus anak menjadi korban kejahatan seksual dapat dilihat
salah satunya pada data yang diberikan oleh Bomantama (2017).
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mendapat
laporan sebanyak 2.737 kasus kekerasan terhadap anak di tahun
2017. Dari 2.737 kasus yang dilaporkan menghasilkan 2.848 korban
yang 52 persen di antaranya merupakan kekerasan seksual.
21

