Page 42 - E-modul Sosiologi Untuk Kelas 11
P. 42
Modul Sosiologi kelas XI KD 3.5 dan 4.5
Keragaman tersebut membuat sering berikut:
terjadinya konflik akibat berbedanya
kepentingan dan pendapat antaranggota 1. Keragaman Budaya: Indonesia
masyarakat. Selain itu Integrasi sosial adalah memiliki banyak suku, agama, dan
proses yang membutuhkan waktu, kesabaran, budaya yang berbeda-beda di setiap
dan komitmen dari semua pihak yang daerahnya. Perbedaan ini bisa menjadi
terlibat. Di Indonesia, mengatasi tantangan- hambatan dalam proses integrasi karena
tantangan ini memerlukan pendekatan yang adanya kesulitan untuk menemukan titik
inklusif dan menghargai keberagaman serta temu atau kesamaan di antara kelompok-
mempromosikan nilai-nilai persatuan dan kelompok tersebut.
kebersamaan. 2. Kesenjangan Ekonomi dan Sosial:
Ketimpangan dalam distribusi ekonomi
dan sumber daya sosial dapat
menciptakan ketegangan antar
kelompok-kelompok sosial. Hal ini bisa
memperburuk integrasi sosial karena
terjadi perasaan ketidakadilan dan
ketidaksetaraan.
3. Politik Identitas: Politik identitas sering
kali dimanfaatkan oleh pihak-pihak
tertentu untuk memperkuat basis politik
mereka. Hal ini dapat memperkuat
perbedaan dan memperlemah usaha
integrasi sosial yang lebih luas.
4. Konflik Etnis dan Agama: Sejarah
Indonesia mencatat beberapa konflik
etnis dan agama yang sering kali
meninggalkan luka dan ketegangan yang
dalam di antara kelompok-kelompok
tertentu. Hal ini membuat proses
integrasi sosial menjadi lebih sulit
karena adanya trauma dan ketakutan
akan konflik yang berulang.
5. Kurangnya Keterlibatan Sosial:
Kadang-kadang, masyarakat majemuk
seperti Indonesia mengalami kurangnya
keterlibatan sosial yang aktif di antara
berbagai kelompok. Ini dapat
menghambat kesempatan untuk saling
mengenal dan memahami satu sama lain.
6. Perbedaan Bahasa dan Komunikasi:
Bahasa yang berbeda-beda di setiap
daerah juga bisa menjadi penghalang
dalam komunikasi dan pemahaman yang
efektif antar kelompok-kelompok sosial.
7. Segmentasi dalam bentuk kelompok-
kelompok dengan kebudayaan berbeda.
8. Struktur sosial yang terbagi-bagi pada
lembaga-lembaga non-komplementer.
@2024, Universitas Negeri Padang, Pendidikan Sosiologi
35