Page 48 - E-Book Biologi Terintegrasi ESQ Materi Keanekaragaman Hayati
P. 48
INFO BIOLOGI (IQ)
KAMU TAU??
K A M U T A U ? ? Baju yang ananda pakai sehari-hari ternyata
berasal dari bahan dasar yang sangat menarik,
lho! Sebagian besar baju terbuat dari kain, dan
kain itu sendiri berasal dari benang. Nah, benang
ini dibuat dari serat kapas, yaitu tumbuhan yang
banyak tumbuh di ladang-ladang pertanian. Serat
kapas diambil dari bunga tanaman kapas yang
lembut, kemudian diolah menjadi benang. Dari
benang itulah, kain ditenun hingga akhirnya
menjadi bahan untuk membuat baju. Jadi, tanpa
keanekaragaman hayati, seperti tumbuhan
kapas, kita mungkin tidak bisa memiliki pakaian
Gambar 21. Kapas, salah satu bahan
yang nyaman seperti sekarang.
dasar pembuatan baju (Ksena, 2023)
Yuk, kita jaga kelestarian alam, karena banyak barang yang kita gunakan setiap
hari ternyata berasal dari kekayaan hayati di sekitar kita!
a. Keanekaragaman hayati sebagai sumber pangan
Makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia adalah beras yang diperoleh dari
tanaman padi (Oryza sativa). Namun, di beberapa daerah, makanan pokok penduduk
adalah jagung. singkong, ubi jalar, talas, atau sagu. Selain kaya akan tanaman penghasil
bahan makanan pokok, Indonesia juga kaya akan tanaman penghasil buah dan sayuran.
Diperkirakan terdapat sekitar 400 jenis tanaman penghasil buah, contohnya sirsak
(Annona muricata), jeruk bali (Citrus maxima), rambutan (Nephelium lappaceum), duku
(Lansium domesticum), durian (Durio zibethinus), manggis (Garcinia mangostana),
markisa (Passiflora edulis), mangga (Mangifera indica), dan matoa (Pometia pinnata).
Sumber makanan juga berasal dari aneka ragam hewan darat, air tawar, dan air laut.
Contohnya, sapi, kambing, kelinci, burung, ayam, ikan bandeng, ikan lele, belut, kepiting,
kerang, udang, dan rajungan. Keanekaragaman hayati memberikan sumber pangan
alternatif yang dapat meningkatkan ketahanan pangan, terutama di tengah perubahan
iklim dan ancaman terhadap produk pangan utama. Dengan hal ini. kita memastikan
keberlanjutan sumber pangan untuk masa depan.
E-Book Keanekaragaman Hayati
34