Page 48 - E-Book Biologi Terintegrasi ESQ Materi Keanekaragaman Hayati
P. 48
Terdapat sekitar 370 jenis tanaman penghasil sayuran, antara lain sawi, kangkung,
katuk, kacang panjang, buncis, bayam, terung, kol (kubis), seledri, dan bawang kucai
(Allium fistulosum). Ada sekitar 70 jenis tanaman berumbi, misalnya kunyit kuning, jahe,
lengkuas, temulawak, wortel, lobak, talas, singkong, ubi jalar, bawang, dan bawang putih.
Indonesia juga kaya akan tanaman penghasil rempah-rempah yang jumlahnya sekitar 55
jenis, antara lain merica (Piper nigrum), cengkih (Eugenia aromatica), pala (Myristica
fragrans), dan ketumbar (Coriandrum sativum).
c. Keanekaragaman hayati sebagai sumber kosmetik
Beberapa tumbuhan yang dimanfaatkan untuk kosmetik, antara lain sebagai berikut.
Bunga mawar (Rosa hybrida), melati (Jasminum grandiflorum), cendana (Santalum album),
kenanga (Cananga odorata), dan kemuning (Murraya exotica) dimanfaatkan untuk
wewangian (parfum). Kemuning, bengkuang, alpukat, dan beras digunakan sebagai lulur
tradisional untuk menghaluskan kulit. Orang-aring (Eclipta alba), mangkokan, pandan,
minyak kelapa, dan lidah buaya (Aloe vera) digunakan untuk pelumas dan penghitam
rambut.
Motivasi
T
U
A
?
?
U
K
KAMU TAU??
A
M
Lidah buaya, salah satu tanaman yang mudah ditemui di
banyak tempat, merupakan contoh sempurna bagaimana
keanekaragaman hayati dapat dimanfaatkan dalam industri
kosmetik. Gel dari daun lidah buaya sudah dikenal luas karena
khasiatnya yang luar biasa untuk kulit. Kandungan antioksidan,
vitamin, dan mineralnya dapat melembapkan, menenangkan
kulit, serta membantu regenerasi sel kulit.
Selain itu, lidah buaya juga efektif untuk merawat rambut,
mengurangi iritasi kulit, dan mempercepat penyembuhan luka
ringan. Penggunaan lidah buaya sebagai bahan alami ini tidak
hanya memberikan manfaat bagi kesehatan kulit dan rambut,
tetapi juga mendukung keberlanjutan karena tanaman ini
mudah tumbuh dan ramah lingkungan.
Gambar 22. Lidah Buaya (Aloe vera)
(Falguni, 2024)
E-Book Keanekaragaman Hayati
35