Page 37 - RAPKO_Aspar_Revisi_Ketiga_Perbaikan_Senin
P. 37
diakses dan dikelola, serta mengurangi risiko pemalsuan dan kehilangan
sertipikat fisik.
h. Kolaborasi dan Jejaring Kerja
Teknologi digital memfasilitasi kolaborasi antara berbagai pihak terkait,
seperti pemerintah daerah, institusi pelatihan, dan masyarakat. Platform
kolaborasi online memungkinkan komunikasi yang lebih efektif dan
koordinasi yang lebih baik dalam proses pemetaan.
Dengan memanfaatkan teknologi digital, Rancangan Aksi Perubahan
tentang Pemetaan Bidang Tanah secara Partisipatif dapat dilaksanakan dengan
lebih efektif, efisien, dan transparan. Ini tidak hanya meningkatkan kualitas
data spasial tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk berpartisipasi aktif
dalam proses pemetaan.
D. Manajemen Pengendalian Pekerjaan
1. Manajemen Risiko
Risiko adalah ketidakpastian yang dapat mempengaruhi sasaran
atau pencapaian tujuan. Aksi Perubahan ini pun tak lepas dari
kemungkinan terjadinya risiko. Oleh karena itu, perlu diprediksi risiko yang
akan muncul dan alternatif mitigasinya sebagaimana uraian di bawah ini :
a. Risiko yang mungkin muncul adalah :
1) Kesulitan dalam melakukan koordinasi baik secara internal maupun
ekternal;
2) Data-data yang belum lengkap dan beberapa yang tidak ditemukan
serta posisi bidang tanah yang tidak teridentifikasi;
3) Kualitas data yang belum maksimal serta masih terdapat gap dan
overlap.
b. Mitigasi Risiko dalam kegiatan ini :
1) Membuat Time schedule yang jelas dan melakukan penyampaian lebih
awal agar bisa dikondisikan sesuai kesibukan masing-masing;
37 | P a g e