Page 2 - IMAN KEPADA QADHA DAN QADHAR
P. 2

Sebagaimana firman Allah swt. dalam Q.S. Al- Qamar : 49


                   “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”

                      Hubungan Qadha dan Qhadar dengan Ikhtiar dan Tawakal

                   Terjadinya atau tidak terjadinya sesuatu itu pasti ada sebabnya. Ada sebab yang merupakan
               gharizah ( insting bakat pembawaan lahir), seperti perasaan lapar yang menyebabkan kita makan,

               mengantuk menyebabkan kita tidur, dan sebagianya. Gharizah itu tidak memberikan kesempatan
               kepada kita untuk memilih selain untuk memenuhi keinginannya.

                   Ada lagi sebab yang merupakan hasil ikhtiar kita sendiri. Seperti ketekunan dan keuletan kita
               belajar menyebabkan kita banyak ilmu. Kiata memilih kebiasaan bekerja keras dan tekun belajar

               menyebabkan kita menjadi orang kaya dan sebagainya. Akan tetapi jumlah kekayaan dan mutu

               ilmu  pengetahuan  yang  diperolah  tergantung  pula  pada  kekuatan  daya  pilih  (ikhtiar)  dan
               kecerdasan yang diberikan Allah swt. sesuai dengan ketentuan Qadha dan Qadhar.

                   Mengenai hubungan antara Qadha dan Qadhar dengan ikhtiar ini, para ulama berpendapat,
               bahwa takdir itu ada dua macam:

                       Takdir Muallaq
               Yaitu takdir yang erat kaitannya dengan ikhtiar manusia.

               Contoh : Jika seorang ingin lulus dalam ujian, maka ia harus belajar bersungguh-sungguh.

                       Takdir Mubram
               Yaitu takdir yang terjadi pada diri manusia dan tidak dapat diusahakan atau tidak dapat ditawar-

               tawar lagi oleh manusia.

               Contoh : Kematian.
                       C.     Fungsi Iman kepada Qadha dam Qadhar

               Beriman kepada Qadha dan Qadhar mengandung beberapa fungsi, di antaranya:
                       1.      Tawadu, artinya tidak sombong ketika memperolah kebahagiaan atau keberhasilan

               cita-citanya. Kebahagiaan dan keberhasilan cita-cita itu sudah ditentukan oleh Qadha dan Qadhar
               Allah, tidak hanya dari hasil ikhtiar dan usaha sendiri.

                       2.      Tidak mudah putus asa jika mengalami kegagalan. Kita sadar bahwa manusia hanya

               berusaha atau berikhtiar dan usaha sendiri.
                       3.      Mendorong diri untuk bertawakal setelah berikhtiar. Kemampuan manusia berikhtiar

               sangatlah terbatas. Setelah berikhtiar sekuat tenaga, maka bertawakallah kepada Allah dengan
   1   2   3