Page 13 - PERLAWANAN BANGSA INDONESIA
P. 13

Modul Sejarah Indonesia Kelas XI KD 3.2 dan 4.2

           perkampungan Melayu, Ternate, Banda, Bugis, Banjar, Makassar dan perkampungan lainnya. Dalam
           sejarah berdirinya Banten juga menjadi pelabuhan untuk pelayaran dari Utara terutama Cina, maka
           pedagang  Cina  juga  memiliki  pengaruh  yang  tidak  sedikit  di  pelabuhan  Banten  dengan  memberi
           pinjaman untuk jual beli komoditi, berdagang atau menjadi pengecer. Mereka mendatangkan barang
           –  barang  sutra  dan  porselen  sampai  Banten  menjadi  penguasa  pasar  di  seluruh  Nusantara,  dan
           penguasa Banten tidak menginginkan adanya monopoli perdagangan dari siapapun yang berdagang
           di pelabuhannya.
           Pesatnya perkembangan Banten sebagai kota pelabuhan terbesar Nusantara
           menarik keinginan VOC untuk menguasainya. Mereka melakukan cara kotor dengan
           memblokade kapal – kapal Cina dan juga kapal yang datang dari Maluku yang akan
           masuk ke Banten. Karena sering mendapat pertentangan dari rakyat Banten, Belanda
           kemudian membangun kota pelabuhan di Sunda Kelapa atau Jayakarta. Pelabuhan itu
           kemudian dinamakan Batavia oleh Belanda pada tahun 1619 M, sejak itu terjadi
           perebutan  posisi  sebagai  bandar  perdagangan  internasional  antara  Banten  dan  VOC.  Ketika
           Pangeran Surya atau Sultan Ageng Tirtayasa naik tahta pada 1651 M,
           beliau berusaha memulihkan Banten sebagai pusat perdagangan internasional
           dengan melakukan beberapa langkah berikut:

           • Mengundang para pedagang dari Inggris, Perancis, Denmark dan Portugis untuk
           ikut melakukan perdagangan di Banten.
           • Memperluas hubungan perdagangan dengan Cina, India dan Persia.
           • Mengirimkan kapal – kapal untuk mengganggu armada VOC
           • Membangun saluran irigasi dari Sungai Ujung Jawa hingga ke Pontang sebagai
           persiapan untuk lalu lintas suplai ketika terjadi perang dan juga untuk mengaliri
           padi.
           Tumbuhnya Banten sebagai kota perdagangan internasional sangat dibenci
           oleh VOC, sehingga VOC sering menghadang kapal-kapal china yang akan menuju
           Banten, melihat perbuatan licik VOC, Sultan Ageng melakukan tindakan balsan
           dengan mengganggu kapal-kapal dagang VOC rakyat Banten juga melakukan
           perusakan terhadap beberapa kebun tanaman tebu milik VOC. Akibatnya hubungan
           antara Banten dan Batavia semakin memburuk. Menghadapi serangan Banten VOC
           memperkuat diri dengan mendirikan benteng-benteng pertahanan di Batavia.

           Pada 1671 Sultan Ageng mengangkat Sultan Haji sebagai Sultan Muda yang
           bertugas untuk mengurus masalah dalam negeri, sedangkan Sultan Ageng dan
           Pangeran Purbaya mengurusi masalah yang berhubungan dengan luar negeri.
           Pembagian dalam tata pemerintahan Kesultanan Banten ini membuka peluang bagi
           Belanda untuk menghasut Sultan Haji agar tidak memisahkan urusan pemerintahan
           di Banten dan mereka juga mempengaruhi Sultan Haji yang ambisius mengenai
           kemungkinan Pangeran Purbaya yang akan diangkat sebagai Raja dan pemimpin
           Kesultanan Banten. Sejak terhasut oleh fitnah kejam dari VOC timbulllah
           pertentangan yang tajam antara bapak dan anak
           Tanpa berpikir panjang Sultan Haji segera membuat persekongkolan dengan
           VOC untuk merebut tahta kesultanan Banten. Dalam persekongkolan tersebut VOC
           sanggup membantu Sultan Haji untuk merebut Kesultanan Banten tetapi dengan
           empat syarat antara lain:
           • Banten harus menyerahkan Cirebon kepada VOC,
           • Monopoli lada di Banten dipegang oleh VOC dan harus menyingkirkan para
           pedagang Persia, India, dan Cina,
           • Banten harus membayar 600.000 ringgit apabila ingkar janji, dan








                       @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN               14
   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18