Page 37 - skdr
P. 37
Definisi Operasional
Suspek Demam Tifoid adalah Penyakit dengan gejala demam naik turun, dan gangguan pencernaan kadang disertai gangguan kesadaran,
yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi
Gejala dan tanda : Demam naik turun , Pola demam naik secara bertahap pada minggu pertama seperti pola anak tangga (step ladder fever)
dan pada minggu kedua demam cenderung tiggi dan menetap.
Gangguan pencernaan seperti mual muntah, diare atau konstipasi. Lidah kelihatan kotor dan ditutupi selaput putih. Pada
kondisi penyakit yang berat dapat disertai penurunan kesadaran, yaitu apatis, kesadaran berkabut.
Petugas Poli Petugas Surveilans
Sistem Pelaporan Kasus:
1. Lakukan PE, gunakan form PE
2. Hasil pemeriksaan laboratorium
Respons Tatalaksana Kasus: Tatalaksana kasus, Pemeriksaan 3. Laporkan ke Dinkes/ SKDR-EBS
(24 jam)
1. Antibiotik obat Simtomatik dan laboratorium:
4. Laporkan ke SKDR IBS (mingguan)
Roboransia Biakan Bakteri (Darah, Sumsum
2. Istirahat total (tirah baring), Tulang, Biakan Tinja, Biakan Urine, Isi Laporan:
Diet dengan kalori, Protein Pemeriksaan Molekuler, Pemeriksaan a. Kronologi kasus (sakit)
yang cukup, diet cair, bubur Kimia (Enzim Transaminase, Lipase) b. Cara penyebaran serta faktor-faktor Demam Tifoid/
lunak, tim dan nasi biasa yang mempengaruhinya Tipes
serta rendah serat. c. Keadaan umum penderita
d. Hasil PE yang telah dilakukan
3. Rujuk ke rumah sakit bila
e. Monitoring profilaksis kontak erat
demam tidak turun dalam
Apabila hasil laboratorium Positif dan
2 hari atau keadaan tambah Bila menemukan jumlah suspect kasus
memburuk terjadi peningkatan kasus yang melebihi ambang batas, lihat buku
memiliki kriteria KLB lakukan respon pedoman dan LAKUKAN RESPON KLB
penanggulangan KLB sesuai SOP Ambang batas KLB Tifoid:
Bila ditemukan peningkatan kasus
2 kali atau lebih dari kasus
sebelumnya
37