Page 43 - skdr
P. 43
Definisi Operasional
Suspek Dengue Tinggal/pernah berkunjung ke daerah endemis dengue dalam kurun waktu masa inkubasi, belum ada konfirmasi hasil
lab mengalami demam, dan terdapat minimal 2 kriteria berikut:
Mual/muntah, Ruam dan nyeri abdomen
Uji tourniquet positif (langsung uji di tempat saat skirining?)
Leukopenia
Warning sign apapun: nyeri abdomen, muntah persisten, perdaraan mukosa, letargi, irritable, pembesaran hepar lebih
dari 2 cm, klinis penumpukan cairan (edema, efusi, ascites)
Laporkan 1 x 24 jam Petugas Poli Petugas Surveilans
Respon Tatalaksana Kasus : Sistem Pelaporan Kasus:
1. Pemeriksaan RDT Dengue (bila ada) 1. Lakukan PE, gunakan form PE
2. Hasil pemeriksaan laboratorium
Tindakan oleh Keluarga : 3. Laporkan ke Dinkes/ SKDR-EBS
1. Tirah baring selama demam (24 jam)
2. Pemberian antipiretik/obat penurun panas 4. Laporkan ke SKDR IBS (mingguan)
3. Kompres air hangat,
4. Banyak minum air,
Isi Laporan:
Bila tidak turun demamnya bawa ke Puskesmas : a. Kronologi kasus (sakit)
1. Segera pemeriksaan RDT b. Cara penyebaran serta faktor-faktor
2. Bila terjadi kejang (jaga lidah agar tidak tergigit, longgarkan pakaian, yang mempengaruhinya
tidak memberikan apapun lewat mulut selama kejang) 2 hari atau c. Keadaan umum penderita
keadaan tambah memburuk maka di rujuk ke Rumah Sakit, d. Hasil PE yang telah dilakukan
3. Setiap kasus dilakukan Penyelidikan Epidemiologi e. Monitoring profilaksis kontak erat Demam Dengue
4. Penderita DBD derajat 1 dan 2 Dengue dengan warning sign dapat
dirawat di puskesmas yang mempunyai fasilitas perawatan dan Bila menemukan jumlah suspect kasus
melebihi ambang batas, lihat buku
laboratorium memadai (mampu memeriksa Trombosist, Hematokrit,
pedoman dan LAKUKAN RESPON KLB
Lekosit, Hemaglobin)
Ambang batas KLB DBD: Bila
5. DBD derajat 3 dan 4 Severe Dengue harus segera dirujuk ke ditemukan peningkatan kasus 2 kali
Rumah Sakit
atau lebih dari kasus sebelumnya
43