Page 9 - Handout Animalia
P. 9
Sistem reproduksi platyhelmintes
1. Kelas Turbellaria
Turbellaria umumnya hermafrodit (alat kelamin jantan dan betina terdapat pada satu
individu yang sama). Tetapi ada pula yang tidak hermafrodit. Turbellaria bereproduksi secara
seksual, aseksual, atau keduanya. Seksual dengan cara mutual yaitu dua individu saling
bertukar sperma untuk membuahi sel telur pada individu pasangannya. Aseksual dengan cara
pertunasan atau membelah diri. Awalnya individu membentuk sekatan melintang dan tiap
potongan beregenerasi sehingga terbentuk zooid (bakal cacing). Kemudian zooid melepaskan
dari induknya dan menjadi individu baru. Planaria sp. tidak menghasilkan zooid tetapi bila
bagian tubuhnya terpotong maka tiap potongan akan menjadi individu baru.
Sumber: https://aslam02.wordpress.com/materi/kelas-x-2/kingdomanimalia/
platyhelminthes/planaria/
Sistem Reproduksi Planaria sp.
2. Kelas Trematoda (Cacing hati/Fasciola hepatica)
Fasciola hepatica bersifat hermaprodit, dari setiap individu bisa dihasilkan ratusan
ribu telur, telur tersebut dikeluarkan ke usus dan keluar bersama-sama pengeluaran
feses.
Sumber: https://8villages.com/full/gembala/article/id/5c10b01a28ab7f19232bac9d
Sistem Reproduksi Fasciola hepatica
3. Kelas cestoda (Taenia saginata)
Daur hidup cacing pita membutuhkan satu atau dua inang perantara. Contohnya
Taenia saginata yang merupakan parasit di usus manusia dengan inang perantara
sapi.
Sumber: https://www.ayokbelajar.com/pengertian-platyheminthes-ciri-klasifikas/daur-
hidup-taenia-sanginata-cacing-pita/
Sistem Reproduksi Taenia saginata
Handout Animalia 5

