Page 66 - Aqidah Kls 7
P. 66
Keteladanan Nabi Sulaiman a.s.
Tetapi justru dengan kekuasaannya yang amat agung dan besar seakan tidak terbatas, hal ini
membuat Nabi Sulaiman merasa rendah hati di hadapan makhlukNya yang lain, di antaranya
adalah:
1. Rasa malu pada Allah Swt.: Nabi Sulaiman melihat karunia Allah terlalu besar, tetapi
ibadahnya ia merasa masih kurang, beliau malu memandang ke langit karena malu kepada
Allah Swt.
2. Berdialog dengan rakyat kecil: Nabi Sulaiman senang berkomunikasi dengan rakyatnya,
walaupun rakyatnya (hanya) beberapa ekor semut. Ketika pasukan jin, manusia dan burung-
burung sampai di lembah semut berkatalah seekor semut bernama Jarsan, ia berkata: "Wahai
semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman
dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari". Mendengar hal ini, Nabi Sulaiman
bertanya: 'Mengapa engkau berkata seperti itu? Maka Jarsan berkata: "Mohon maaf wahai
Nabi, saya akan memerintah yang lain". Maka Jarsan berkata pada warga semut: "Wahai
para semut, marilah kita minggir berbaris rapi untuk menyaksikan iring-iringan pasukan
Nabi Sulaiman". Dari sinilah Nabi Sulaiman tersenyum dan berdoa pada Allah supaya
diberi karunia pandai bersyukur atas nikmat Allah Swt. Baca QS. An-Naml [27]:18-26.
3. Nabi Sulaiman senang bekerja sebagai wujud syukur: Nabi Sulaiman termasuk
sebagian nabi yang paling pandai bersyukur seperti diungkap dalam Al-Quran. Suatu ketika
beliau bertanya pada Allah: "Ya Allah tunjukkan padaku seseorang yang bisa membuatku
pandai bersyukur? "Lalu Allah memerintahnya melihat dua orang yang bekerja keras. Yang
seorang bekerja keras bertujuan sekedar untuk mengganjal perut dari kelaparan. Sedangkan
yang satu lagi ia bekerja bertujuan untuk bersyukur dan tidak termasuk orang yang
dikatakan penganggur. Lalu Nabi Sulaiman berdoa pada Allah supaya diajari pekerjaan
yang membuatnya bersyukur, lalu Allah mengajarinya ilmu menyepuh besi dengan emas.
Sehingga beliaulah manusia pertama yang menyepuh besi dengan emas.
4. Juga kehebatan kekhusyuan shalat Nabi Sulaiman: Sampai-sampai beliau meninggal
dalam posisi sedang berdiri shalat. Sudahkah shalat kalian khusyu? Allah ber¿rman dalam
Q.S. As Saba’ 34:14:
ó õ ô ô ÷ ó ÷ õ õ ó ÷ õ ó
ó
ó ó
ô
ôó>j÷fY Tjó> õ ßÚúÐ p=ÐóØ øõÎ >Y d ó L ô gUóØ nY ó ÓeUÐ hd ó L nófh ó \S nedR
ó
÷ ó
÷
÷ ó
÷
ó
÷
÷
ó
õ ÷ õ
ó
ó ó
ó
õ
÷
÷
ó ÷
ó ó
õ h õgeUÐ õ ÑÐ|_UÐ R ÐôõU nY oh ó`UÐ ó ëed_x ÐôinT U ÷ ëÌ ´ UÐ qófhó> } ó B nedR
ô ÷ ó
ó ó
ó
ô
÷
÷
ó
(¼¿ :jUÐ)
“Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan
kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala
ia telah tersungkur, tahulah Jin itu, bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang
ghaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan (jadi pelayan yang
bekerja keras untuk Nabi Sulaiman). (QS. As-Saba [34]: 14)
56 Buku Siswa Kelas VII MTs