Page 172 - Buku Tematik Siswa Kelas 5 TEMA 5 [Ekosistem]
P. 172

Kegiatan Lima












                                            Menanam Bakau

                                                      Penulis: Tyas KW


                    “Lila, yuk ikut ke pantai!” Tante Mia sudah siap dengan topi lebarnya.

                    “Asyik, kita akan main pasir di pantai!” Lila melonjak kegirangan.
                    “Eh, kita tidak ke pantai pasir putihnya, Lila. Kita melihat hutan bakaunya. Tapi,
                    seru, kok,” Tante Mia cepat-cepat menjelaskan.

                    “Hutan bakau banyak lumpurnya, tante,” keluh Lila. Tante Mia tersenyum penuh
                    rahasia.

                    “Apa serunya melihat hutan bakau?” pikir Lila.

                    Namun, tak lama kemudian, rasa ingin tahu Lila tergelitik. Akhirnya, ia ikut
                    juga.
                    Tante Mia, adik Bunda, itu memang suka menjelajahi pantai di akhir pekan.
                    Baru kali ini Lila ikut. Sudah dua hari ini, Tante Mia menginap di rumah Lila di
                    Medan. Ia akan pergi ke Pantai Bakau di sebelah barat Medan. Sekitar dua jam
                    dari rumah Lila.
                    Tiba di Pantai Bakau, Lila mengikuti Tante Mia yang membawa beberapa bibit
                    tanaman bakau. Mereka akan menanam bibit bakau itu. Lila memasukkan
                    kakinya ke tanah yang becek. Hiii, geli. Lila pakai sepatu, tapi tetap saja ia
                    merasa geli melihat lumpur yang seperti bubur hitam. Lila melihat beberapa
                    ikan kecil dan biota laut lainnya yang bersembunyi di antara akar tanaman.
                    “Lucu sekali. Itu anak kepitingnya bersembunyi,” ujar Lila. Ia terkikik geli. Ia lupa
                    dengan lumpur yang tidak disukainya. Tante Mia membuat lubang di tanah.
                    Lila segera memasukkan bibit yang dipegang. Lalu, ia memegang bibit itu agar
                    Tante Mia mudah mengikatnya ke batang bambu penopang.

                    Lila akhirnya sibuk menanam sambil memperhatikan hewan-hewan kecil yang
                    kadang tampak muncul dari dalam lumpur. Kadang-kadang, ia menjerit geli,
                    bila ada anak kepiting yang tiba-tiba muncul. Tentu saja anak kepiting itu
                    juga kaget dan berlari menjauh. “Tanaman bakau ini menjadi tempat tinggal
                    anak-anak ikan, udang, dan kepiting. Mereka bisa bersembunyi di antara akar
                    bakau. Kalau sudah cukup besar, baru mereka ke laut,” Tante Mia menjelaskan.













                 166    Buku Siswa SD/MI Kelas V
   167   168   169   170   171   172   173   174   175   176   177