Page 8 - Parwa Dalam Mahabharata
P. 8
PEND. AGAMA HINDU IX PARWA DALAM MAHABHARATA
Dalam perjalanannya Kitab Mahābhārata mengalami
tiga tahap pengembangan diantaranya :
Jaya Samhita oleh Wyasa 8.800 sloka
Bharata Samhita oleh Waisampayana 24.000 sloka
Mahābhārata Samhita oleh Suta Ugrasrwa 100.000 sloka
Selain berisi cerita kepahlawanan (wiracarita),
Mahābhārata juga mengandung nilai-nilai Hindu, mitologi
dan berbagai petunjuk lainnya. Oleh sebab itu kisah
Mahābhārata ini dianggap suci, teristimewa oleh pemeluk
agama Hindu. Kisah yang semula ditulis dalam bahasa
Sansekerta ini kemudian disalin dalam berbagai bahasa,
terutama mengikuti perkembangan peradaban Hindu pada
masa lampau di Asia, termasuk di Asia Tenggara.
Di India ditemukan dua versi utama Mahābhārata yang
agak berbeda satu dengan yang lainnya. Kedua versi ini
disebut dengan istilah "Versi Utara" dan "Versi Selatan".
Biasanya versi utara dianggap lebih dekat dengan versi yang
tertua. Mahābhārata merupakan kisah epik yang terbagi
menjadi delapan belas kitab atau sering disebut
Astadasaparwa. Rangkaian kitab menceritakan kronologi
peristiwa dalam kisah Mahābhārata, yakni semenjak kisah
para leluhur Pandawa dan Korawa (Yayati, Yadu, Puru, Kuru,
Duswanta, Sakuntala, Bharata) sampai kisah diterimanya
Pandawa di surga.
ANIK WINARTI, S.Pd.H
calibri

