Page 34 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 34

ini  sudah  jelas  punya  rumah.  Pasti  ia  sangat  disayang.

                                                                                                                   Dielus dan digendong setiap hari.


                                                                                                                       Namun, kenapa dengan telinganya?


                                                                                                                       “Mungkin sebelah telingamu akan coak seperti ini juga,

                                                                                                                   nanti!” Si Telinga Coak tersenyum penuh arti. Ia kemudian

                                                                                                                   membalikkan badannya dan bergegas pergi.


                                                                                                                       Cemong bingung. Apa maksudnya?


                                                                                                                       Belum  hilang  rasa  bingungnya,  bayangan  hitam  di

                                                                                                                   belakangnya  terlihat  mendekat  dan  membesar.  Cemong

                                                                                                                   menoleh cepat. Instingnya langsung menyuruhnya segera


                                                                                                                   lari  menghindar.  Ia  menangkap  tanda-tanda  bahaya.


                                                                                                                   Namun, terlambat!

                                                                                                                       HAP!

                                                                                                                       Cemong merasakan badannya tiba-tiba terperangkap.


                                                                                                                   Sebuah  jaring  meringkus  tubuhnya.  Cemong  kaget  dan


                                                                                                                   berontak, tapi jaring itu terlalu kuat.

                                                                                                                       “Tolooong ….”









      26                                                                                                                                                                                        27
   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39