Page 27 - YASMIN MODUL
P. 27

Untuk dapat menjalankan profesinya sebagai akuntan
                      publik di Indonesia, seorang akuntan harus lulus dalam
                      ujian profesi yang dinamaakn Ujian Sertifikasi Akuntan
                      Publik (USAP) dan kepada lulusannya berhak
                      memperoleh sebutan “CPA Indonesia” (sebelum tahun
                      2007 disebut “Bersertifikat Akuntan Publik” atau BAP).
                      Sertifikat akan dikeluarkan oleh IAPI. Sertifikat akuntan
                      publik tersebut merupakan salah satu persyaratan utama
                      untuk mendapatkan izin praktik sebagai akuntan publik
                      dari Kementerian Keuangan.
                      Akuntan publik dalam memberikan jasanya wajib
                      mempunyai Kantor Akuntan Publik (KAP) paling lama
                      6 bulan sejak izin akuntan publik diterbitkan. Akuntan
                      publik yang tidak mempunyai KAP dalam waktu lebih
                      dari 6 bulan akan dicabut izin akuntan publiknya.
                      Dalam melakukan pekerjaannya terkait dengan
                      pemeriksaan laporan keuangan, maka akuntan publik
                      akan memberikan opininya. Opini merupakan pendapat
                      yang dinyatakan oleh akuntan mengenai kewajaran
                      sebuah laporan keuangan. Macam-macam pendapat
                      auditor menurut Standar Profesional Akuntan (PSA 29),
                      yaitu:
                      a)  Opini wajar tanpa pengecualian (unqualified
                         opinion)
                      Opini wajar tanpa pengecualian adalah pendapat yang
                      diberikan ketika audit telah dilaksanakan sesuai dengan
                      Standar Auditing (SPAP), auditor tidak menemukan
                      kesalahan material secara keseluruhan laporan keuangan
                      atau tidak terdapat penyimpangan dari prinsip. akuntansi
                      yang berlaku (SAK). Bentuk laporan ini digunakan
                      apabila terdapat keadaan berikut:



                                                                          21
   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32