Page 79 - 3. SKI_ MI_ KELAS_III_KSKK_2020_Kamimadrasah
P. 79

sangat  jujur  di  kalangan  masyarakat  Makkah  pada  saat  itu.  Kejujuran  dan

               kesederhanaannya membuat banyak orang yang mempercayainya.

               Saat  dahulu  remaja,  Nabi  Muhammad  saw.  berdagang  bersama  pamannya,  Nabi

               Muhammad saw. banyak mendapatkan ilmu dalam berniaga. Sifatnya yang jujur dan mulia

               menjadikan orang lain percaya dan mengajak untuk bekerja sama dalam berdagang.


               Salah seorang yang simpati adalah Siti Khadijah, seorang saudagar kaya di kota Makkah

               saat  itu.  Khodijah  menginginkan  Nabi  Muhammad  saw.  pada  usia  25  tahun  bekerja

               padanya dengan menjualkan barang-barang dagangannya ke Syam. Nabi Muhammad saw.
               dipercaya untuk berdagang dan ditemani oleh Maisyarah.



               Aktivitas tentang cara dagangnya Nabi saw. itu diceritakan Maisyarah ke pada Khadijah.

               Kemudian  Khadijah  terpikat  oleh  akhlak  Nabi  Muhammad  saw.  sehingga  mengutus

               Nufaisah Binti Mun-ya untuk menemui Nabi agar mau menikah dengan Khadijah. Setelah
               itu Nabi bermusyawarah dengan pamannya dan disetujuinya, akhirnya Khadijah menikah

               dengan Nabi Muhammad saw dengan mas kawin 20 ekor unta.


               Umur  Khadijah  pada  waktu  itu  40  tahun  dan  Nabi  Muhammad  saw.  25  tahun.  Dalam

               perkawinannya Nabi dianugerahi 6 putra-putri yaitu Qāsim, Abdullāh, Zainab, Ruqayyah,
               Ummu Kulṡum dan Fāṭimah. Semua anak laki-laki Nabi wafat waktu masih kecil dan anak

               perempuannya yang masih hidup sampai Nabi wafat adalah Fāṭimah.


               D. Peristiwa Peletakan Kembali Hajar Aswad

               Sebelum masa keNabian, pada usia 35 tahun lima tahun, ada suatu peristiwa yaitu Kota

               Makkah dilanda banjir besar hingga meluap ke Baitul Haram. Akibat peristiwa itu orang-

               orang Quraisy sepakat untuk memperbaiki Ka’bah, dan arsitek dalam kegiatan perbaikan

               Baitul Haram itu adalah orang Romawi yang bernama Baqum.


               Ketika pembangunan sudah sampai di bagian Hajar Aswad mereka saling berselisih tentang
               siapa yang meletakkan hajar Aswad ditempat semula dan perselisihan ini sampai 5 hari tanpa

               ada  keputusan  dan  bahkan  hampir  terjadi  pertumpahan  darah.  Akhirnya  Abu  Umayah

               menawarkan jalan keluar siapa yang pertama kali masuk lewat pintu masjid itulah orang yang
               memimpin peletakan Hajar Aswad. Semua pada sepakat dengan cara ini. Allah swt.





               70                                              SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM – KELAS 3
   74   75   76   77   78   79   80   81   82   83   84