Page 91 - 3. SKI_ MI_ KELAS_III_KSKK_2020_Kamimadrasah
P. 91

aku!  Selimutilah  aku!”.Nabi  Muhammad  saw.  menggigil  seperti  orang  yang  terkena

               demam. Khadijah berusaha menenangkan Nabi Muhammad saw.. Setelah hilang rasa
               takutnya, Nabi Muhammad saw.menceritakan semua yang dialaminya di gua Hira.



               Usaha  seorang  istri  untuk  menenteramkan  hati  sang  suami  Nabi  Muhammad  saw.,

               Khadijah mengajak beliau untuk bertemu dengan pamannya yang bernama Waraqah bin
               Naufal. Waraqah bin Naufal adalah orang Nasrani yang memiliki pengetahuan yang luas

               tentang isi kitab Taurat dan kitab Injil. Waraqah berkata: “Yang datang kepadamu adalah

               An-Namus  Al-Akbar  (malaikat  Jibril)  yang  pernah  datang  kepada  Nabi  Musa  a.s..
               Sesungguhnya engkau adalah orang yang terpilih menjadi rasul Allah Swt.. Kaummu akan

               mengatakan  bahwa  engkau  penipu.  Mereka  akan  memusuhimu,  melawanmu,  dan

               membuangmu. Sungguh, bila aku masih hidup sampai waktu itu, aku akan membelamu”.


               Peristiwa luar biasa penerimaan wahyu pertama di gua Hira ini, terjadi pada tanggal 17

               Ramadhan 611 M. Umat Islam diperintahkan untuk selalu mengingat peristiwa tersebut agar

               dapat mengambil hikmah yang terkandung dalam kejadian peristiwa tersebut. Tradisi

               peringatan  ini  dilaksanakan  pada  malam  ke-17  bulan  Ramadhan  yang  biasa  disebut

               peringatan Nuzulul Qur’an.


               C. Nabi Muhammad saw. Menerima Wahyu Kedua


               Setelah  mendapat  nasihat  dari  Waraqah  bin  Naufal,  Nabi  Muhammad  saw.  berharap

               menerima  perintah  selanjutnya.  Namun  beberapa  hari  lamanya  wahyu  berikutnya  tidak
               kunjung datang. Nabi Muhammad saw. merasa cemas dan sedih. Beliau mulai ragu dengan

               apa  yang  dialaminya  itu.  Beliau  pun  selalu  datang  ke  Gua  Hira  itu  sebagaimana
               kebiasaannya.  Dalam  sejarah  Islam  masa  terputusnya  wahyu  tersebut  disebut  dengan

               Fatratul Wahyi (masa berselangnya wahyu).


               Namun  ketika  Nabi  Muhammad  saw.  sedang  berjalan  di  suatu  tempat,  tiba-tiba  beliau

               mendengar  suara  gemuruh  dari  langit.  Suara  itu  makin  dekat  dan  terdengar  suara
               memanggil, “Ya Muhammad engkau adalah utusan Allah.”







               82                                              SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM – KELAS 3
   86   87   88   89   90   91   92   93   94   95   96