Page 21 - KLIPINGBPPT06072019PAGI
P. 21

ini bukan langkah- langkah jangka pendek saja. Tapi juga jangka panjang. Nah, ini jangka pendek sedang kita bicarakan," kata Anies saat ditemui di Balai Agung, Balaikota, Jumat (5/7/2019) pagi. Baca juga: Anies Ungkap BPPT 'Offside' Soal Hujan Buatan sebab Minim Persiapan Ia mengaku sudah mendengar tawaran dari BPPT, namun ia berharap semuanya perlu dibahas terlebih dulu hingga matang, bahkan sekadar keputusan apakah akan menggunakan teknologi itu atau tidak. "
Dimatangkan dulu, terus nanti diumumkan. Saya mendengar BPPT sudah menyampaikan keluar. Perlu saya sampaikan bahwa itu tidak seharusnya dibicarakan dulu sebelum matang," katanya. Pernyataan Anies ini menegaskan cara dia mengelola informasi yang beredar di Balaikota sejak berkuasa pada 2017 lalu. Sejak jadi gubernur, Anies memang dianggap lebih tertutup dibanding pendahulunya. Pun dengan dinas-dinas di bawah Anies yang jadi lebih irit bicara. Soal ini, Sandiaga Uno saat masih berstatus wakil gubernur menegaskan bahwa mereka memang meminta pembantunya irit bicara rencana-rencana yang memang masih dalam tahap pembahasan/belum matang.
"Saya instruksikan kepala dinas untuk kebijakan yang lagi dikaji, lagi digodok, jangan diumumkan dulu karena nanti malah jadi distorsi dan masyarakat nanti menginterpretasikannya lain," ujar Sandiaga November 2017. Perkaranya status BPPT bukan dinas di bawah Pemprov DKI.
Mereka adalah lembaga pemerintah non-departemen yang ada di bawah koordinasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Dengan demikian mereka memang tak terkait 'aturan main' Anies. Kepala BPPT Hammam Riza sendiri, sebagaimana dikutip dari Detik, membela diri dengan bilang: "peneliti dan perekayasa inginnya selalu menyampaikan ke publik berbagai informasi sebagai bagian dari keterbukaan." Tak Efektif Direktur Eksekutif WALHI DKI Jakarta, Tubagus Soleh Ahmadi, tak tertarik menanggapi ribut-ribut antara Pemprov DKI dengan BPPT. Dia hanya menekankan bahwa hujan buatan bukan merupakan solusi efektif menangani masalah polusi. "Aduh, enggak habis pikir kita begitu," kata Soleh kepada reporter Tirto, Jumat (5/7/2019) pagi.
Soleh mengatakan, semestinya Pemprov DKI lebih serius menangani akar masalah atau menawarkan solusi jangka panjang. Itulah yang belum terlalu terlihat. Kemarau memang salah satu faktor yang memengaruhi kualitas udara di Jakarta, begitu kata Anies. Tapi itu tidak signifikan. Sebab Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengatakan bahwa 75 persen polusi adalah hasil pembuangan kendaraan bermotor.


































































































   19   20   21   22   23